Perbedaan PNS dengan ASN, Jabatan, Fungsi dan Gajinya

3 min read

perbedaan pns dengan asn

PNS – Bisa dipastikan bahwa mayoritas masyarakat mengetahui kepanjangan dari PNS, yakni Pegawai Negeri Sipil. Akan tetapi, banyak yang tidak mengetahui apa itu ASN. Keduanya sangat erat kaitannya dengan status kepegawaian. Namun ada perbedaan PNS dengan ASN.

Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

Aparatur Sipil Negara merupakan profesi bagi pegawai negeri sipil serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja di instansi pemerintah. ASN ini memliki dua kategori, yaitu PNS dan PPPK.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan WNI resmi yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Kemudian, ia diangkat menjadi pegawai tetap ASN oleh pihak pejabat pembina kepegawaian. Posisinya menempati suatu jabatan dalam struktur pemerintahan.

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan  warga negara Indonesia dan telah memenuhi syarat tertentu. Kemudian diangkat berdasarkan perjanjian kerja dalam jangka waktu tertentu untuk melaksanakan tugas pemerintahan.

Di antara keduanya, PNS ataupun PPPK juga memiliki hak sebagai ASN. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja nantinya akan diberikan gaji serta tunjangan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil.

Dalam rangka pengembangan kompetensi agar mendukung pelaksanaan tugas, PNS serta PPPK diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengetahuan sesuai dengan perencanaan pada instansi pemerintah.

Adapun kewajiban yang harus dijalani oleh PNS serta PPPK, yaitu selalu setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI maupun Pemerintah.  Berikutnya, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Mereka juga harus melaksanakan semua kebijakan yang telah dirumuskan oleh pejabat pemerintah, selalu menaati ketentuan dari peraturan perundang-undangan, melaksanakan tugas kedinasan dengan baik, menunjukkan integritas serta keteladanan sikap; perilaku dan juga tindakan dan terakhir bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.

Perbedaan Antara PNS dan ASN

Hingga detik ini, masih banyak orang yang masih bingung bahkan salah dalam menggunakan istilah ASN ataupun PNS. Untuk mengetahui perbedaan PNS dengan ASN, maka harus membuka Undang-undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Aparatur Sipil Negara adalah kata umum dan dibawahnya ada Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Tak hanya itu, banyak orang beranggapan bahwasanya penyebutan kata ASN dianggap sebagai pengganti istilah PNS. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Dalam pasal 6 UU No 5 tahun 2014, dinyatakan bahwa pegawai ASN terdiri atas PNS dan PPPK. Kesimpulannya adalah setiap PNS adalah ASN, tetapi tidak semua ASN adalah PNS, contohnya PPPK.

Berikut rincian mengenai perbedaan keduanya:

Hak Jabatan

Semua PNS tentunya sudah diangkat sebagai pegawai tetap dan memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP). Sedangkan ASN, tidak semua memilikinya. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang tidak mendapatkan itu adalah PPPK.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa PNS pasti mendapatkan NIP sedangkan ASN tidak. Alasannya karena Aparatur Sipil Negara mencakup Pegawai Negeri Sipil serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.  .

PPPK tidak berhak untuk mendapatkan nomor induk pegawai karena masa kerjanya hanya memenuhi kebutuhan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Masa kontraknya minimal selama 1 tahun dan bisa diperpanjang hingga 30 tahun tergantung situasi dan kondisi.

Jabatan yang Dimiliki

PNS pangkat jabatannya dibagi menjadi 4, yaitu:

Golongan I (Juru) disi oleh pegawai lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama atau sederajat. Mempunyai tugas sebagai pelaksana pembantu dalam kegiatan yang diadakan. Selain itu, juga memiliki tanggung jawab memberikan asistensi kepada jenjang kepangkatan di atasnya.

Golongan II (Pengatur), diisi oleh pegawai lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat hingga Diploma III. Golongan ini memliki tugas merealisasikan suatu kegiatan operasional dari program instansi tertentu.

Golongan III (Penata), diisi oleh lulusan Diploma IV atau Sarjana S1 dan memiliki tanggung jawab untuk menjamin mutu sebuah proses dan output kerja dari tingkatan pengatur. Bisa juga disebut sebagai pengawas kepangkatan di bawahnya.

Golongan III (Pembina) merupakan jenjang tertinggi seorang PNS. Di posisi ini, pegawai dituntut untuk memiliki keahlian ilmu mendalam dan kematangan serta kearifan kerja selama masa kerjanya. Mempunyai tugas membina dan mengembangkan sumber daya supaya mencapai visi misi lembaga.

Sedangkan pada ASN, pertama adalah jabatan administrasi, terdiri atas administrator dan memiliki tanggung jawab untuk memimpin pelaksanaan semua kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan maupun pembangunan.

Selanjutnya, jabatan pengawas, memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksana. Bisa juga keberadaannya untuk mengawasi jabatan pelaksana.

Terakhir pelaksana yang memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan pelayanan publik beserta administrasi pemerintahan maupun pembangunan.

Kedua, jabatan fungsional ini berisi sekelompok posisi dan memiliki tugas yang berkaitan dengan pelayanan fungsional, berdasarkan keahlian serta keterampilan tertentu. Dibagi menjadi dua, yaitu jabatan fungsional keahlian dan keterampilan.

Jabatan fungsional keahlian memiliki 4 tingkatan, yaitu ahli utama, ahli madya, ahli muda serta ahli pertama. Sedangkan jabatan fungsional keterampilan terdiri dari penyella, mahir, terampil dan juga pemula.

Ketiga, jabatan pimpinan tinggi merupakan sekelompok orang yang memiliki jabatan tinggi pada instansi pemerintah. Pada jabatan pimpinan ini, ada beberapa jenis, meliputi pertama pimpinan tinggi Pratama, Madya dan Utama.

Jenjang Karir

Seorang PNS memulai karirnya dari staf dan sesuai dengan formasi yang diikuti saat tes CPNS. Apabila melamar menjadi guru, berarti harus menjadi guru. Bila melamar menjadi staf keuangan, juga harus berada diposisi tersebut.

Meski sudah menjadi PNS bukan berarti langsung menjabat sebagai pejabat tinggi. Ada beberapa tahapan eselonisasi yang harus dilalui untuk berada di puncak karir tertingginya. Sedangkan untuk ASN  bisa langsung menduduki posisi jabatan tinggi melalui mekanisme seperti lelang jabatan maupun penunjukkan langsung seperti PPPK.

Hak Gaji

Bahwasanya PNS dan juga ASN memiliki perbedaan dalam penghitungan gaji yang diperoleh. Pegawai Negeri Sipil berhak mendapatkan gaji pokok, tunjangan cuti, jaminan pensiun (jaminan hari tua), perlindungan dan juga pengembangan kompetensi.

Sedangkan ASN pada posisi PPPK berhak memperoleh gaji, tunjangan, cuti, perlindungan dan juga pengembangan kompetensi. Perbedaan di antara keduanya terletak pada pensiun, yang mana semua PNS mendapatkan pensiun. Sedangkan Aparatur Sipil Negara tidak seluruhnya mendapatkan  jaminan usia tua.

Beberapa perbedaan PNS dengan ASN di atas tentu memberikan gambaran yang jelas bahwa keduanya sebenarnya berbeda. Hanya saja, banyak orang yang salah dalam memahaminya.

One Reply to “Perbedaan PNS dengan ASN, Jabatan, Fungsi dan Gajinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *