Apa Saja Hal-Hal yang Menyebabkan PNS Dipecat?

2 min read

PNS – Apabila rekan atau bahkan Anda sendiri menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Baik Pegawai Negeri Sipil, maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ada baiknya untuk mawas diri dan memperhatikan tentang hal-hal yang menyebabkan PNS dipecat.

Fenomena Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia

Sejauh ini Pemerintah telah mencoba berbagai macam cara untuk membuat pola peningkatan kinerja PNS. Sebab hingga waktu berlanjut, kebutuhan akan sistem kerja yang dibutuhkan oleh Negera ternyata belum mumpuni ditangani oleh Pegawai Negeri Sipil setempat.

Kurang pemahaman dan ketidak sesuaian jalur pengetahuan dengan kedudukan, serta jabatan pada lingkungan kerja membuat anggota aparatur negara cenderung merasa bingung. Namun, mirisnya kebanyakan enggan untuk belajar lebih jauh dan memilih melakukan sebisanya.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat bahwa saat ini banyak PNS terutama di bidang Pemerintahan berlaku seenaknya seolah-olah paling bertahta. Sehingga tanpa disadari, hal terkecil yang dilakukan dapat menyebabkan faktor terjadinya pelepasan jabatan secara tidak hormat alias dipecat.

Jenis-Jenis Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Pemberhentian kerja bagi Pegawai Negeri Sipil tidak hanya diperuntukkan dalam hal buruk saja. Melainkan juga atas sebab tragedi atau keadaan. Agar lebih memahaminya, Anda bisa mengetahuinya sebagai berikut:

  1. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara Hormat

Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam hal ini diperuntukkan bagi Anda yang mengalami beberapa kejadian. Seperti, meninggal dunia, permintaan pribadi (mengundurkan diri) atau ketika terjadi suatu penyederhanaan organisasi. Pada umumnya, anggota pemecatan ini akan diberi pesangon sesuai dengan ketentuan.

  1. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara Tidak Hormat

Bukan berarti dengan menjadi seorang pekerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) hidup Anda terjamin nyaman. Sebab, jauh dari kata gaji yang terbilang cukup. Selain itu, apabila melakukan pelanggaran sedikit saja, akan berpotensi mengalami pemberhentian secara paksa atau dipecat.

  1. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sementara Waktu

Bagi Anda yang sedang mengalami fase proses diangkat menjadi pejabat negara, lembaga nonstruktural, anggota komisioner atau ditahan selama proses pengadilan. Maka, yang bersangkutan akan diberhentikan semantara waktu oleh pemerintahan, hingga selesai dan mencapai putusan.

Beberapa Hal yang Menyebabkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dipecat

Sebagian orang mungkin masih belum seluruhnya mengetahui tentang hal-hal yang menyebabkan PNS dipecat atau diberhentikan secara tidak hormat. Agar mengurangi rasa penasaran Anda, Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Melakukan Penyelewengan Kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

Sebelum Anda resmi menjadi anggota dari Pegawai Negeri Sipil, pasti akan diberi semacam aturan mengenai hak, kewajiban, ADRT atau semacamnya. Penekanan pertama yakni taat dan patuh pada Pancasila serta UUD’45 harus dilakukan. Apabila dilanggar, maka pemecatan imbasnya.

  1. Mengalami Kasus Pidana Hukum

Dalam hal ini, yang dimaksud ialah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut telah atau sedang mengalami proses sidang. Terutama berkaitan dengan tindak korupsi maupun faktor lain dalam fasilitas umum negara serta masyarakat.

  1. Tergabung dalam Anggota Pengurus Politik

Hidup adalah pilihan, begitu juga yang harus Anda tentukan untuk mencapai suatu kesempatan. Menjadi bagian dari partai atau Pegawai Negeri Sipil. Sebab, jika ketahuan tergabung dalam lingkup politik, atasan tidak akan segan-segan memberhentikan anggotanya.

  1. Negara Sedang dalam Masa Krisis Berkepanjangan

Salah satu hal ini ternyata telah ditetapkan dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dimana menyebutkan bahwa pemerintah memiliki kewanangan memberhentikan PNS dan PPPK, apabila negara sedang mengalami krisis.

  1. Memiliki Catatan dengan Kinerja yang Buruk

Sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah berhasil lolos, hendaknya Anda harus semakin berusaha serta meningkatkan kualitas dalam kerja. Selain untuk upaya memaksimalkan kenaikan pangkat, juga agar tidak diberhentikan paksa atau dipecat.

  1. Tidak Mampu Memunculkan Kualitas Kerja dalam Jangka Waktu Tertentu

Biasanya, bagi para anggota Pegawai Negeri Sipil baru, akan ada semacam pelatihan atau bimbingan. Hal ini bertujuan agar PNS yang bersangkutan lebih bisa beradaptasi. Namun, jika dalam kurun waktu 4 tahun belum atau bahkan tidak menampakkan progres, siap saja untuk diberhentikan.

  1. Ketahuan Menjalin Hubungan dengan Nikah Siri

Pemecatan pada Pegawai Negeri Sipil tidak hanya diberlakukan bagi yang memiliki kinerja buruk saja. Melainkan juga, apabila ketahuan tengah menjalin suatu hubungan dengan nikah secara siri. Hal ini ditekankan karena aturan ada 2 ketetapan Pemerintahan yakni, Agama dan Negara.

  1. Melakukan Pelanggaran Kedisiplinan

Pada umumnya, banyak sekali Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menganggap mudah atau meremehkan soal ketepatan waktu. Sehingga, suatu kedisiplinan tidak dijunjung tinggi. Apabila Anda tercatat sebagai pekerja dengan pelanggaran disiplin tingkat berat, maka dipastikan untuk dipecat.

  1. Terjangkit Tindak Pidana Kriminal

Demi menjunjung tinggi nama baik negara serta keluarga, seorang pekerja Pegawai Negeri Sipil akan disorot oleh pemerintah atas setiap geraknya. Apabila Anda baik sengaja atau tidak membunuh, menganiaya sesama manusia atau sejenisnya. Maka, dipastikan akan menjalani proses pemecatan.

  1. Terlibat Jual Beli Narkotika atau Dokumen Asli Milik Negara

Sebab kurangnya tunjangan gaji, tidak sedikit para pekerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus diberhentikan secara paksa. Hal tersebut dikarenakan terlibat kasus penjualan narkotika maupun dokumen asli milik negara.

Penutup

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama diranah instansi Pegawa Negeri Sipil (PNS), ada baiknya Anda dengan benar memahami mengenai hal-hal yang menyebabkan PNS dipecat. Agar, nama baik keluarga tetap terjaga serta karir tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *