Kasus 17 CPNS, Rahudman sudah ‘ngajak perang’

MEDAN – Walikota Medan Rahudman Harahap ingin menantang warganya untuk berperang dalam ranah hukum. Karena, setelah Pemko Medan kalah dalam Putusang Pengadilan Negari (PN) Medan yang kemudian diperkuat Pengadilan Tinggi (PT) Sumut atas Banding Pemko Medan, Sekarang sengketa tersebut sedang bergulir di Mahkamah Agung karena Pemko Medan melakukan kasasi atas putusan PT Sumut.

“Pihak Pemko melakukan kasasi atas putusan PT Medan, oleh karena itu kami akan mengajukan kontra kasasi,” ujar Ahmad Irwandi Lubis dari LBH Medan selaku kuasa hukum dalam kasus tuntutan 17 Calon Pegarwai Negeri Sipil 2010 kepada Waspada Online, hari ini.

Ahmad menilai, kalau Pemko Medan seharusnya tidak perlu memperpanjang sengketa hukum dengan warganya. Dengan di perpanjangnya sengketa tersebut terlihat kalau Pemko Medan menganggap kalau warga merupakan musuhnya bukan merupaka pengayom warganya.

“Terlihat bahwa Pemko Medan sengaja menempatkan warganya sebagai musuh. Karena sudah di Putus dalam PN Medan dan PT Sumut kalau Pemko telah melakukan perbuatan melawan hukum, dengan tidak meluluskan 17 CPNS yang seblumnya dinyatakan lulus,” kata


Original source : Kasus 17 CPNS, Rahudman sudah ‘ngajak perang’

Pemko Medan: Tak ada urusan sama 17 CPNS

MEDAN – Hingga saat ini, kasus gugatan 17 CPNS Pemko Medan masih melambung dan kini telah sampai ke Mahkamah Agung (MA). Sehubunganmisi hal ini, Pemko Medan, melalui Kabag Hukum Pemko, Ichwan Habibi, menegaskan kalau pihaknya masih menunggu keputusan kasasi dari Mahkamah Agung.

“Kita tunggu saja keputusan kasasi dari Mahkamah Agung. Pemko Medan sifatnya menunggu hasil saja. Tapi yang jelas memang yang 17 CPNS itu tidak terdaftar di Pemko, apalagi SK-nya, pasti tidak ada. Suka-suka merekalah yang mengadu, urusannya sama pihak Pemko Medan sebenarnya tidak ada. Karena bukan sama kita dia berurusan saat mau masuk CPNS apa lagi cerita sogok-menyogok, kita tidak tahu sama sekali itu,” tegas Ichwan tadi malam.


Original source : Pemko Medan: Tak ada urusan sama 17 CPNS

Data Honorer Diduga Siluman, 63 Guru Dicoret

MEDAN-Hasil keputusan rapat validitasi data guru honorer di Komisi A dan B DPRD Kota Medan bersama Disdik Medan, Inspektorat dan BKD Pemko Medan, di ruang Banggar DPRD Medan, memutuskan 63 data guru honorer dicoret akibat ada kejanggalan, seperti tidak lengkapnya data dan kemungkinan adanya rekayasa.
Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis yang dikonfirmasi wartawan usai rapat menjelaskan, beberapa permasalahan yang mengakibatkan data-data guru honorer tersebut dicoret

Incoming search terms:

  • disdik_morowali@yahoo com

Original source : Data Honorer Diduga Siluman, 63 Guru Dicoret