REKRUTMEN CPNS: Selain ditahan, Joko Terkena Sanksi Kepegawaian

WONOGIRI- Kepala KUA Kecamatan Bulukerto, Joko Lelono, yang ditahan dengan tuduhan kasus penipuan rekrutmen CPNS, juga akan terkena sanksi kepegawaian. Kepala Kantor Kementerian Agama Wonogiri, Safrudin, mengatakan proses sanksi terhadap Joko juga berjalan seiring proses hukum saat ini.
“Saya baru mengetahui bahwa Joko terlibat masalah pidana ketika polisi mengirim surat panggilan. Surat yang ditujukan ke saya itu berisi permohonan menghadirkan Joko Lelono ke hadapan penyidik,” katanya, Rabu (23/5/2012).
Saat itu, ia memanggil Joko untuk dimintai klarifikasi. Joko, lanjut dia, mengaku mendapat uang dari orang yang melaporkannya. Sama halnya saat berada di hadapan penyidik. Soal hubungan khusus dengan seorang perempuan di Bulukerto, menurut Safrudin, hal itu dibantah Joko.
“Saat ini kami tengah menyiapkan laporan ke Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Tinggal menunggu salinan surat penahanan dari jaksa,” imbuhnya.
Sehubunganmisi sanksi kepegawaian yang akan dijatuhkan kepada Joko, ia mengaku tidak mau membuat perkiraaan. Safrudin menyatakan jika sanksi itu bukan kewenangannya, tapi kewenangan Kemenag Pusat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Joko Lelono, ditahan jaksa penuntut umum (JPU) pada Selasa (22/5). Joko terjerat kasus penipuan rekruitmen CPNS setelah dilaporkan Daryatni, warga Desa Ngaglik, Kecamatan Bulukerto.
Daryatni mengaku ditipu Joko sebesar Rp20 juta yang digunakan agar kedua anaknya bisa diterima sebagai PNS. Tapi, hingga saat ini keduanya tak kunjung diangkat menjadi PNS.

Sumber : Solo Post

Incoming search terms:

  • contoh sk tenaga honorer pd kua kecamatan tahun2013
  • contoh soal cpns kua
  • daftar remonerasi jpu kemenag kab majalengka
  • liputan6 konkep

Original source : REKRUTMEN CPNS: Selain ditahan, Joko Terkena Sanksi Kepegawaian

PENIPUAN CPNS: Perkara Kepala KUA Bulukerto Mulai Disidangkan

WONOGIRI-Kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Kepala KUA Bulukerto, Joko Lelono mulai disidangkan di Kantor PN Wonogiri, Selasa (5/6/2012). Sidang perdana diawali dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudhotomo dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.
Lima saksi dihadirkan pada persidangan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Indra dengan hakim anggota Nataria dan Brelly. Kelima saksi itu dua orang adalah pegawai KUA Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Waluyo dan Heri Purwoko, saksi pelapor Daryatmi dan dua anaknya yang diduga menjadi korban, Aris Wijayanto dan Ita Novita.
Hakim ketua, Indra menunda persidangan sepekan lagi untuk mendengarkan kesaksian dari Supri dan Tomy yang belum hadir di sidang tersebut. JPU Yudhotomo menjerat terdakwa pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
Dalam persidangan terungkap dana Rp20 juta yang diminta terdakwa diambil oleh pegawainya yang bernama Waluyo. Saksi Waluyo mengatakan, dirinya diminta terdakwa Joko untuk mengambil uang ke rumah Daryatmi.
“Waktu itu Pak Joko minta saya ke rumah Ibunya Novita (Daryatmi-red). Saya pun ke rumahnya dan tidak tahu berapa jumlah uang karena ditaruh di dalam tas kresek warna hitam,” ujar Waluyo.
Sedangkan pegawai KUA Bulukerto yang lain, Heri Purwoko menjelaskan, pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS menjadi kewenangan Kemenag Wonogiri bukan KUA. “Pada 2010 dan 2011 tidak ada tenaga honorer di KUA Bulukerto yang diusulkan diangkat menjadi CPNS.”
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Wonogiri, Safrudin mengatakan, Kepala KUA Bulukerto, Joko Lelono, yang terjerat kasus penipuan perekrutan CPNS resmi diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.
Joko diberhentikan karena pelanggaran seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Joko Lelono, terjerat tidak pidana karena tuduhan menipu seorang warga di Bulukerto, Daryatmi, dalam hal perekrutan CPNS. Joko meminta Daryatni untuk menyerahkan uang Rp20 juta agar kedua anaknya bisa menjadi PNS.

Sumber : Solo Pos


Original source : PENIPUAN CPNS: Perkara Kepala KUA Bulukerto Mulai Disidangkan