Tahun Depan Penerimaan PNS Dibuka Lagi

BANDUNG–MICOM: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menegaskan pause pegawai negeri sipil (PNS) hanya berlaku sampai akhir tahun ini.

“Pause sampai 2012. Belum terpikir untuk memperpanjangnya di tahun depan. Dan tahun depan, saya harap tidak ada lagi pause. Sudah selesai,” kata Menpan di Gedung Merdeka Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/5).

Menurutnya, tahun ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) menyediakan kuota penerimaan PNS reguler sebanyak 60.000 orang.

Ia mengatakan, walaupun tidak ada pause PNS, Kemenpan tidak akan mendapat permohonan pengangkatan calon PNS di daerah tertentu jika pemerintah daerahnya tidak mengajukan peta jabatan. “Ke depannya, kalaupun nggak ada pause, kita tidak akan mendapat jika nggak ada peta jabatan,” kata Menpan.

Dalam rangka memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, ujarnya, pemerintah daerah hendaknya mengajukan jumlah pegawai sesuai dengan kebutuhannya. “Kami berharap dalam rangka pelayanan dasar masyarakat ajukanlah yang dibutuhkan. Jangan sampai masyarakat jadi korban. Makanya jangan masukan orang yang nggak dibutuhkan, tapi masukanlah yang dibutuhkan untuk peningkatan pelayanan dasar,” katanya. (Ant/OL-01)

Sumber : Media Indonesia

Incoming search terms:

  • loker bidan 2014

Original source : Tahun Depan Penerimaan PNS Dibuka Lagi

Polisi Tangkap Calo CPNS di Klaten

KLATEN- Seorang calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Klaten, Sumarsono, 44, ditangkap oleh aparat Polres Klaten. Ia terbukti telah menipu korban, Sri Winarti, 60, warga Dukuh Karangasem, Desa Bero, Kecamatan Trucuk, senilai Rp70,3 juta.
Kejadian bermula saat Sumarsono bertandang ke rumah Winarti, pada 6 Juni 2011 lalu. Dalam kesempatan itu, Sumarsono yang pernah menjadi PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten selama 13 tahun itu, ingin membantu menguruskan penambahan uang pensiun suami Winarti, ke PT Taspen di Solo. Ia membantu dengan syarat harus diberi uang Rp2,2 juta sebagai uang pelicin penambahan gaji pensiun suaminya itu.
Di saat yang sama, pelaku juga menjanjikan kepada korban, bisa membantu anak Winarti menjadi PNS. Untuk keperluan proses tersebut, Winarti pun memberikan sejumlah uang kepada Sumarsono. “Uangnya tidak langsung diberikan banyak, tapi dicicil selama tiga kali,” ujar Sumarsono di hadapan penyidik, Senin (7/5/2012) siang.
Uang tersebut diberikan dalam kurun waktu antara 9 Juni 2011-5 Maret 2012. Uang tersebut telah diserahkan kepada Sumarsono melalui conveying bank BRI maupun diserahkan secara langsung kepada pelaku.
Karena anak Winarti yang kala itu masih berstatus sebagai guru TK honorer di Trucuk, korban pun menaruh curiga kepada Sumarsono. Akhirnya Winarti melaporkan tindak penipuan tersebut kepada polisi. Apalagi setelah mendapatkan uang dengan total Rp70,3 juta, nomor ponsel Sumarsono juga sulit untuk dihubungi. Korban juga mulai sulit untuk bertemu dengan pelaku.
Menurut pengakuan Sumarsono, uang tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa di antaranya yakni Rp3 juta untuk grand pensiun, Rp32,5 juta untuk proses CPNS, Rp1,5 juta untuk memperlancar proses turunnya peraturan menteri keuangan (PMK), Rp23 juta untuk camat, Rp8 juta untuk staf ahli bupati dan Rp1,4 juta sebagai biaya perjalanan. Uang sisanya, kata dia, digunakan untuk keperluan pribadi.
“Saya kesulitan untuk memasukkan orang sebagai PNS karena saat itu juga tidak ada formasinya. Kedua karena saya sejak 2007 sudah dipecat sebagai PNS, jadi saya sudah tidak memiliki akses untuk meloloskan orang,” terang Sumarsono.
Dulu, imbuh Sumarsono, saat masih menjadi pegawai di BKD Klaten, dia bisa dengan leluasa memasukkan orang menjadi PNS, sebab dia memiliki akses ‘orang pusat’ di Kementerian Dalam Negeri untuk meloloskannya. Dia berhasil memasukkan dua orang sebagai guru dengan uang pelicin Rp40 juta. Hal itu bisa dilakukannya karena saat itu formasinya juga masih ada.
Kasatreskrim Klaten, AKP Rudi Hartono, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Kalingga Rendra Raharja, mengatakan atas tindakan penipuan atau penggelapan yang dilakukan pelaku, Sumarsono dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara maksimun empat tahun penjara.

Sumber : Solo Pos


Original source : Polisi Tangkap Calo CPNS di Klaten

Ngaku Calo CPNS Bantul, Nur Aini Keruk Rp100 Juta dari Korban

BANTUL–Mengaku dekat dengan Bupati Bantul, Nur Aini berhasil menipu tiga warga yang ingin menjadi CPNS beberapa waktu lalu. Selain Bupati Bantul, terdakwa juga mencatut nama Wakil Bupati Bantul untuk meyakinkan korban.
Kini Nur Aini tengah menjalani sidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Salah satu saksi dalam persidangan, Siska, warga Sleman mengaku dirinya ditawari untuk menggunakan jasa Nur Aini agar suaminya bisa masuk PNS. Siska bahkan sudah memberi uang sejumlah Rp25 juta pada 18 Juni 2011 kepada terdakwa sebagai biaya untuk memasukkan suaminya menjadi PNS.
“Ia mengaku kenal dekat dengan Bu Idha (Bupati). Ngakunya, dulu kenal Pak Idham karena suaminya dimutasi. Jadi saya percaya saja,” ujar Siska dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (9/7).
Siska mengatakan, jumlah Rp25 juta tersebut sesuai permintaan terdakwa. Siska mengaku semakin yakin dan percaya karena kakak iparnya sudah lebih dahulu menggunakan jasa terdakwa meski belum berhasil jadi PNS.
Siska mengaku terdakwa menjanjikan suaminya bisa masuk dalam rekruitment PNS terdekat. Namun, hingga saat ini, janji yang disampaikan tak kunjung ditepati dan saat ditanya selalu menyampaikan mundur.
“Total uang yang diberikan termasuk dari kakak saya mencapai Rp100 jutaan,” akunya.
Selain Siska, dua korban yang lain juga dijanjikan hal yang sama oleh terdakwa yang ternyata berprofesi sebagai penjual susu di pasar.
Wakil Bupati Bantul, Soemarno yang hadir sebagai saksi di persidangan membantah mendapat dan meminta uang dari terdakwa untuk kepentingan rekruitment CPNS. Meski diakuinya, dirinya kenal dengan terdakwa dan pernah bertemu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Nurhatni mengatakan, Nur Aini didakwa pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman kurungan maksimal empat tahun. Sidang diundur hingga 16 Juli mendatang dengan agenda mendengarkan saksi yang diajukan terdakwa. (ali)

Sumber : Solo Pos


Original source : Ngaku Calo CPNS Bantul, Nur Aini Keruk Rp100 Juta dari Korban

PENIPUAN CPNS: Sultan Minta Warga Lebih Cerdas

JOGJA—Penipuan sehubunganmisi perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Dalam Negeri di Jogja menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Ia meminta masyarakat cerdas menyikapi tawaran seperti itu, mengingat syarat menjadi CPNS saat ini tidak mudah.
Sultan meminta jajaran Kepolisian menindak tegas tersangka yang diketahui bernama Mujono Zein, 59, warga Trenggalek Jawa Timur.
“Kalau saya, pelaku sudah ditangkap ya di proses saja,” katanya di Kompleks Kepatihan Jogja, Rabu (20/6).
Sultan meminta masyarakat jangan mudah percaya tawaran dengan janji semaca itu. Menurut Sultan, untuk menjadi PNS harus melalui rangkaian panjang dan tidak bisa secara instan dengan membayar sejumlah uang.
“Jangan mudah percaya, karena untuk lulus pegawai lewat pihak ketiga tidak langsung,” tegas Sultan.
Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka penipuan perekrutan CPNS Kementerian Dalam Negeri menarik sejumlah uang sesuai jenjang pendidikan korban. Lulusan SMA diminta Rp50 juta, lulusan D3 Rp60 juta dan lulusan S1 Rp75 juta. Sejumlah warga Jogja telah menjadi korban penipuan itu.(ali)

Sumber : Solo Pos

Incoming search terms:

  • rumah sakit rizani paiton

Original source : PENIPUAN CPNS: Sultan Minta Warga Lebih Cerdas

Janji Pengangkatan CPNS Tidak Ada Titipan

TASIK – Rencana pengangkatan tenaga honorer ketegori II menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui test tidak ada titipan dari para pejabat atau oknum lainnya yang ingin lolos jadi CPNS. Pengangkatan CPNS melalui tes, murni dari kemampuan dan hasil tes tenaga honorer kategori II.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Daerah (BKPLD) Kabupaten Tasikmalaya H I Sutiaman S.Sos, MM melalui Kepala Bidang Pengembangan Pegawai (Bangpeg) BKPLD Kabupaten Tasikmalaya Ari Fitriadi seperti diberitakan Radar Tasikmalaya (Grup JPNN).

Ari mengatakan jumlah tenaga honorer kategori II adalah sebanyak 2572 orang. Terdiri dari 70 persen tenaga pendidik dan sisanya dari tenaga kesehatan, teknis OPD dan penyuluh pertanian. Sebanyak 2572 itu saat ini sedang diverifikasi dan divalidasi datanya di pusat. ”Bicara mengenai hard kan juklak-juknisnya pasti ditetapkan pemerintah pusat. Dan mereka itu mengikuti seleksi nanti. Tidak ada (titipan), tidak ada. Mereka mempunyai hak kewajiban yang sama mengikuti hard,” jelas dia.

Sebelumnya, Polres Tasikmalaya menetapkan satu tersangka penipuan CPNS yaitu Prw (43), warga Perum Tandala Jalan Bungur V Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya yang bekerja sebagai pelaksana TU di UPTD Pendidikan Kecamatan Salopa.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Iptu Yuliansyah SH mengatakan wanita yang ditetapkan tersangka ini telah melakukan penipuan terhadap delapan korban yang ingin menjadi PNS. Korban diiming-imingi oleh tersangka yang menjanjikan menjamin akan meloloskan korban menjadi PNS asalkan korban memberikan sejumlah uang sekitar Rp 30 juta, Rp 50 juta bagi masing-masing korban.

”Kerugian semua mencapai sekitar Rp 200 juta. Dari semua korban ini ada beberapa korban yang sudah diberikan surat keputusan pengankatan PNS,” jelas Kasat.

Yuliansyah menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan semua surat keputusan pengangkatan PNS itu adalah palsu. Termasuk tanda tangan para pejabat pemda yang tertera pada SK tersebut adalah palsu. Tanda tangan itu dibuat oleh tersangka

Incoming search terms:

  • honorer k2 kabup[aten tasikmalaya

Original source : Janji Pengangkatan CPNS Tidak Ada Titipan

Pengangkatan CPNS Honorer K2 Kabupaten Tasikmalaya Disinyalir bakal Bebas dari Titipan Pejabat

http://lokernesia.blogspot.com/2012/06/pengangkatan-cpns-honorer-k2-kabupaten.htmlPengangkatan CPNS Honorer K2 Kabupaten Tasikmalaya Disinyalir bakal Bebas dari Titipan Pejabat
Rencana pengangkatan tenaga honorer ketegori II menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui test tidak ada titipan dari para pejabat atau oknum lainnya yang ingin lolos jadi CPNS. Pengangkatan CPNS melalui tes, murni dari kemampuan dan hasil tes tenaga honorer kategori II.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Daerah (BKPLD) Kabupaten Tasikmalaya H I Sutiaman S.Sos, MM melalui Kepala Bidang Pengembangan Pegawai (Bangpeg) BKPLD Kabupaten Tasikmalaya Ari Fitriadi seperti.

Ari mengatakan jumlah tenaga honorer kategori II adalah sebanyak 2572 orang. Terdiri dari 70 persen tenaga pendidik dan sisanya dari tenaga kesehatan, teknis OPD dan penyuluh pertanian. Sebanyak 2572 itu saat ini sedang diverifikasi dan divalidasi datanya di pusat. ”Bicara mengenai hard kan juklak-juknisnya pasti ditetapkan pemerintah pusat. Dan mereka itu mengikuti seleksi nanti. Tidak ada (titipan), tidak ada. Mereka mempunyai hak kewajiban yang sama mengikuti hard,” jelas dia.

Sebelumnya, Polres Tasikmalaya menetapkan satu tersangka penipuan CPNS yaitu Prw (43), warga Perum Tandala Jalan Bungur V Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya yang bekerja sebagai pelaksana TU di UPTD Pendidikan Kecamatan Salopa.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Iptu Yuliansyah SH mengatakan wanita yang ditetapkan tersangka ini telah melakukan penipuan terhadap delapan korban yang ingin menjadi PNS. Korban diiming-imingi oleh tersangka yang menjanjikan menjamin akan meloloskan korban menjadi PNS asalkan korban memberikan sejumlah uang sekitar Rp 30 juta, Rp 50 juta bagi masing-masing korban.

Kerugian semua mencapai sekitar Rp 200 juta. Dari semua korban ini ada beberapa korban yang sudah diberikan surat keputusan pengankatan PNS,” jelas Kasat.

Yuliansyah menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan semua surat keputusan pengangkatan PNS itu adalah palsu. Termasuk tanda tangan para pejabat pemda yang tertera pada SK tersebut adalah palsu. Tanda tangan itu dibuat oleh tersangka

Incoming search terms:

  • mapenda kab tasikmalaya
  • www tasikmalayakab go id
  • kemenag kab tasikmalaya
  • mapendakabtasikmalaya
  • Mapenda kab tasik
  • bkpld kab tasikmalaya

Original source : Pengangkatan CPNS Honorer K2 Kabupaten Tasikmalaya Disinyalir bakal Bebas dari Titipan Pejabat

PENIPUAN CPNS: Perkara Kepala KUA Bulukerto Mulai Disidangkan

WONOGIRI-Kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Kepala KUA Bulukerto, Joko Lelono mulai disidangkan di Kantor PN Wonogiri, Selasa (5/6/2012). Sidang perdana diawali dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudhotomo dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.
Lima saksi dihadirkan pada persidangan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Indra dengan hakim anggota Nataria dan Brelly. Kelima saksi itu dua orang adalah pegawai KUA Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Waluyo dan Heri Purwoko, saksi pelapor Daryatmi dan dua anaknya yang diduga menjadi korban, Aris Wijayanto dan Ita Novita.
Hakim ketua, Indra menunda persidangan sepekan lagi untuk mendengarkan kesaksian dari Supri dan Tomy yang belum hadir di sidang tersebut. JPU Yudhotomo menjerat terdakwa pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
Dalam persidangan terungkap dana Rp20 juta yang diminta terdakwa diambil oleh pegawainya yang bernama Waluyo. Saksi Waluyo mengatakan, dirinya diminta terdakwa Joko untuk mengambil uang ke rumah Daryatmi.
“Waktu itu Pak Joko minta saya ke rumah Ibunya Novita (Daryatmi-red). Saya pun ke rumahnya dan tidak tahu berapa jumlah uang karena ditaruh di dalam tas kresek warna hitam,” ujar Waluyo.
Sedangkan pegawai KUA Bulukerto yang lain, Heri Purwoko menjelaskan, pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS menjadi kewenangan Kemenag Wonogiri bukan KUA. “Pada 2010 dan 2011 tidak ada tenaga honorer di KUA Bulukerto yang diusulkan diangkat menjadi CPNS.”
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Wonogiri, Safrudin mengatakan, Kepala KUA Bulukerto, Joko Lelono, yang terjerat kasus penipuan perekrutan CPNS resmi diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.
Joko diberhentikan karena pelanggaran seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Joko Lelono, terjerat tidak pidana karena tuduhan menipu seorang warga di Bulukerto, Daryatmi, dalam hal perekrutan CPNS. Joko meminta Daryatni untuk menyerahkan uang Rp20 juta agar kedua anaknya bisa menjadi PNS.

Sumber : Solo Pos


Original source : PENIPUAN CPNS: Perkara Kepala KUA Bulukerto Mulai Disidangkan

Lagi, Korban Calo CPNS Lapor Polisi

Bangli (Bali Post)-

Satu lagi korban penipuan CPNS dengan tersangka Sang Ketut Ard asal Tamanbali melapor ke Polres Bangli. Dewa Ayu Jayanti (32) asal Jalan Sandat II No 51 Denpasar mendatangi Polres Bangli, Selasa (8/5) lalu. Korban mengadukan perbuatan pelaku disertai penyerahan bukti berupa tiga lembar kwitansi sebagai bukti serah terima uang sebesar Rp 65 juta.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Ida I Dewa Nyoman Rai, Rabu (9/5) kemarin, mengatakan korban penipuan dengan tersangka Sang Ketut Ard kembali bertambah. Korban Jayanti menyerahkan uang secara bertahap kepada tersangka. Penyerahan uang pertama kali dilakukan 16 Oktober 2011 sebesar Rp 20 juta. Pembayaran kedua kalinya dilakukan 17 Oktober 2011 sebesar Rp 10 juta. Pembayaran ketiga kali dilakukan 18 Oktober 2011 sebesar Rp 35 juta. Sehingga total uang yang telah diserahkan mencapai Rp 65 juta.

Kepada korban, tersangka sempat mengatakan kepada orang lain biasanya mematok harga Rp 100 juta. Namun dengan korban cukup hanya Rp 65 juta, karena sudah kenal baik. Korban dijanjikan menjadi CPNS untuk formasi perawat. Setelah tujuh bulan berlalu, ternyata janji itu tidak terbukti, sehingga ia mengadukan kejadian itu ke pihaknya.

Dengan adanya pengaduan Jayanti, telah ada dua orang korban penipuan CPNS dengan pelaku Sang Ketut Ard yang mengadu. Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan berkedok CPNS agar mengadukan saja hal itu ke polisi. Sedangkan tersangka Sang Ketut Ard sejak Minggu (6/5) lalu, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Bangli.

Sementara itu, Bupati Bangli Made Gianyar mengatakan, pihaknya telah memerintahkan tim untuk melakukan evaluasi atas terjadinya kasus penipuan berkedok CPNS itu. Terlebih, tersangkanya kini telah ditahan.Tersangka merupakan salah satu pejabat di Dinas PU Bangli. Agar pemerintahan tidak terganggu, mengingat tersangka tengah menjalani proses hukum, jabatan yang kosong sementara waktu akan segera diisi.(kmb17)

Sumber : Bali Post

Incoming search terms:

  • info honorer k1

Original source : Lagi, Korban Calo CPNS Lapor Polisi