Hati-hati Pegang Ijazah Palsu

JAKARTA – Sebentar lagi pemerintah membuka rekrutmen CPNS baru. Bagi yang berminat melamar formasi dengan ketentuan lulus S1, tidak ada salahnya mengecek reputation ijazah. Jangan-jangan ijazah yang dipegang adalah palsu atau bodong. Kondisi ini bisa muncul jika kuliah di kelas jauh yang dilarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wejangan ini disampaikan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Achmad Jazidie. Larangan kampus menjalankan kelas jauh ini tertuang dalam surat edaran Dirjen Dikti nomor 2630/D/T/2000 tertanggal 22 September 2000.

Dia mengatakan, masyarakat harus waspada dengan keberadaan kampus-kampus yang masih bandel menyelenggarakan kelas jauh. Dia mengaku prihatin ketika terus-menerus mendapat laporan masih ada saja kampus-kampus yang menyelenggarakan kelas jauh.

“Ini sudah penipuan. Sudah tahu dilarang, tetapi tetap saja dilakukan,” kata dia. Jika ada masyarakat yang tidak mengerti, terus kuliah di kelas jauh ini, tentu sangat dirugikan. Pasalnya ijazah mereka unlawful atau bodong karena tidak diakui atau terdaftar di Kemendikbud.

Jazidie mengatakan, persoalan kuliah kelas jauh ini rata-rata sering muncul ketika diselenggarakan seleksi CPNS. Dia mengatakan, setiap masa verifikasi, seluruh BKD yang mendapat berkas-berkas ijazah dari si peserta ujian, selalu konfirmasi ke Kemendikbud. “Konfirmasi ini digunakan apakah ijazah calon PNS itu resmi atau unlawful,” tandasnya.

Jika ternyata ijazah itu didapat dari kuliah kelas jauh, pihak Kemendikbud langsung memastikan ijazah yang bersangkutan adalah palsu. Dengan demikian, peserta yang awalnya dinyatakan lulus seleksi CPNS ini bisa gugur saat pemberkasan. Pada kasus ini, banyak masyarakat yang nyata-nyata dirugikan tidak bisa berbuat apa-apa.

Untuk itu, mantan pembantu rektor III ITS itu berpesan supaya masyarakat harus selektif saat memilih kampus. Dia mengatakan, kelas jauh ini banyak dilakukan oleh kampus-kampus swasta di Jakarta. Kampus swasta ini membuka kelas jauh hingga ke luar pulau. Seperti di Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Kampus swasta di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga dilaporkan masih ada yang membuka kelas jauh.

Dalam prakteknya, kelas jauh ini kerap memasang iming-iming yang sangat menggiurkan kepada calon mahasiswa yang dibidik. Diantaranya, biaya kuliah murah, jam kuliah rata-rata dilaksanakan akhir pekan, dan gampang lulus atau mudah menyelesaikan program sarjana. “Siapa yang tidak kepincut dengan iming-iming seperti ini,” tutur Jazidie.

Dia lantas menjelaskan tanda-tanda atau ciri-ciri kelas jauh. Biasanya, kelas jauh ini dijalankan dengan meminjam ruko atau sekolah-sekolah di sebuah daerah. Tidak ada satupun karyawan dari perguruan tinggi yang menjalankan kelas jauh. Begitu pula dengan perpustakaan dan sarana penelitian lainnya. “Pokoknya hanya kuliah pulang saja,” tutur dia. Bahkan dosen-dosennya ada yang direkrut dari kampus-kampus gurem di daerah setempat.

Di saat keberadaan kelas jauh yang masih terus menghantui, Jazidien mengatakan berbeda dengan kampus yang menyelenggarakan kelas di luar domisili perguruan tinggi. Berbeda dengan kelas jauh, kuliah di kelas di luar domisili perguruan tinggi ini resmi. Sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 30 Tahun 2009. Karena tergolong resmi, ijazah hasil kuliah di kelas di luar domisili ini resmi atau officially authorized.

Jazidie mengatakan, terdapat perbedaan yang tegas antara kelas jauh dengan kelas di luar domisili perguruan tinggi ini. Dia menuturkan, kampus yang menyelenggaraan kelas di luar domisili memiliki gedung tetap dan karyawan tetap yang ditempatkan di daerah tertentu di luar domisili resmi sebuah kampus. Selain itu, kampus ini tetap menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi (pembelajaran, penelitian, dan pengabdian) di kelas di luar domisili tadi.

Contoh kelas di luar domisili ini bisa dilihat di Universitas Gajah Mada (UGM). Kampus yang berdomisili di Yogyakarta ini, memiliki kelas di luar domisili yaitu di Jakarta. Kampus UGM di luar domisili ini menempati bangunan resmi seluas 18.688 measuring device persegi di atas lahan 6.300 measuring device persegi di Jalan Dr Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan.

Jazidie mengatakan, upaya UGM dalam membuka kelas di luar domisili ini officially authorized. Apalagi mereka juga tetap menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu juga menyediakan perpusatakaan, pegawai, dan sarana prasaranaa layaknya di kampus induk. “Jika kuliah di kelas di luar domisili tidak perlu khawatir. Yang jangan itu kuliah di kelas jauh,” pungkasnya. (wan)

Incoming search terms:

  • cara cek ijasa sma online
  • mengecek ijazah asli atau palsu
  • ijasah palsu uvri makassar
  • format verifikasi keabsahan ijazah s1 kab trenggalek
  • dekti pengecek ijazah
  • daftar lulusan unjani yang terdaftar di dikti
  • ciri2 ijazah palsu smk
  • ciri ijassah palsu s1
  • cara ngecek ijazah asli atau palsu
  • tidak di cek ijazah asli atau palsu lamar kerja

Original source : Hati-hati Pegang Ijazah Palsu

Kemendikbud akan Uji 178 Keahlian guna Proses Evaluasi Ulang Tenaga Pengajar

http://lokernesia.blogspot.com/2012/06/kemendikbud-akan-uji-178-keahlian-guna.htmlKemendikbud akan Uji 178 Keahlian guna Proses Evaluasi Ulang Tenaga Pengajar
Persiapan evaluasi terhadap 1.020.000 guru tersertifikasi masih dilakukan Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BPSDMP dan PMP Kemendikbud).

Setidaknya sebanyak 178 keahlian akan diujikan kepada guru-guru yang dianggap profesional tersebut. Sebesar 20 keahlian di antaranya adalah mata pelajaran yang ada di sekolah, sedangkan sisanya keahlian khusus. Setiap guru hanya mengerjakan satu bidang keahlian saja.

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidikan Kemendikbud Unifah Rosyidi mengatakan, soal-soal untuk evaluasi guru-guru tersertifikasi masih dirancang. Nantinya ada 178 keahlian terdiri dari 20 mata pelajaran dan sisanya keahlian khusus sekitar 150 bidang. Setiap soal akan dibuat lima set, mirip seperti banyaknya tipe soal di ujian nasional (Unas).

Mata pelajarannya seperti yang diajarkan di sekolah seperti Matematika dan Bahasa Indonesia. Untuk keahlian misalnya perbankan, teknologi pertanian, dan nautika. Kebanyakan mereka adalah guru-guru SMK. Ada juga keterampilan. Keahlian bahasa juga banyak misalnya bahasa daerah dari Batak. Ada lima jenis bahasa batak yang dipakai. Kita akan tetap buat lima jenis tersebut. Makanya, masih perlu waktu,” ujarnya.

Mengenai waktunya, lanjut Unifah, belum ditentukan. Sebab, saat ini badan sedang fokus menyiapkan bimbingan terhadap 32 ribu guru yang gagal dalam uji kompetensi awal (UKA) 2012. ”Kemungkinan setelah 32 ribu itu selesai dulu,” tandasnya.

Mengenai bimbingan untuk 32 ribu guru, lanjut dia, sudah siap dilaksanakan. Tinggal finalisasi anggaran saja. Bulan depan program sudah dimulai. Bimbingan akan dilaksanakan 46 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Lama bimbingan sama seperti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) sekitar sembilan hari. Anggarannya juga sama. Masih Rp 2,5 juta per orang untuk sembilan hari bimbingan.Anggaran masih belum ada perubahan karena DPR belum setuju,” katanya.

Dana tersebut, tambah Unifah, didapatkan dari revisi anggaran beasiswa guru muda berprestasi atau Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program ini kurang peminatnya karena waktu pendidikan lebih lama, yaitu satu tahun. Banyak dinas tidak mengizinkan guru untuk mengikuti program yang mirip seperti mahasiswa kedokteran.

Sertifikasi guru melalui empat cara. Ada pemberian sertifikat langsung. Peserta sangat sedikit karena syaratnya harus guru golongan IVC dan kebanyakan doktor. Lalu portofolio. Pesertanya juga sedikit tidak sampai satu persen. PPG juga sedikit. Yang banyak melalui PLPG karena hanya sembilan hari,” tuturnya.

Padahal, kata Unifah, kualitas guru yang mengikuti program PPG lebih bagus ketimbang PLPG. Tapi, karena izin yang tidak turun membuat guru enggan mengikutinya. (ref : JPNN)


Original source : Kemendikbud akan Uji 178 Keahlian guna Proses Evaluasi Ulang Tenaga Pengajar

Usulan CPNS Baru Masih Minim

JAKARTA – Seleksi CPNS baru yang akan digelar tahun ini bisa berjalan sepi. Sebab, sampai saat ini tercatat baru ada sepuluh instansi pusat dan 24 instansi daerah yang sudah komplit dokumen pengusulannya. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) memberi batas waktu pengusulan hingga akhir Juni mendatang.

Wamen PAN-RB Eko Prasojo menuturkan, pihaknya tidak kurang-kurang untuk mensosialisasikan kepada instansi untuk segera melengkapi dokumen usulan CPNS baru. Dia menuturkan, kelemahan instansi pengusul ini adalah pada kelengkapan dokumen hasil analisis jabatan (anjab) dan hasil analisis beban kerja (ABK).

Kelemahan penyusunan dua dokumen penting itu muncul karena instansi yang bersangkutan tidak memiliki tenaga ahli analisis. Sejatinya kelemahan ini sudah direspon oleh Kemen PAN-RB. Yaitu dengan menjalankan sosialisasi langsung dan juga dengan pelatihan. “Kemen PAN-RB secara bertahap melatih calon-calon tenaga ahli analisis,” tutur guru besar UI itu.

Dengan cara ini, kedepan instansi pusat maupun daerah tidak kesulitan dalam menyusun dokumen ABK dan anjab. Selama ini, instansi pusat maupun daerah hanya melayangkan dokumen kebutuhan CPNS baru ke Kemen PAN-RB. Usulan ini dianggap sering ngawur, karena tidak disertai dokumen anjab dan ABK. “Dari mana tahu kurang pegawai, jika tidak ada analisisnya,” ucapnya.

Untuk itu, Eko menegaskan ketentuan persyaratan dokumen anjab dan ABK ini tidak bisa ditawar lagi. Jika sampai dengan akhir Juni nanti ada instansi pusat maupun daerah yang tidak melayangkan dua dokumen itu, maka akan ditinggal. Instansi tersebut dimungkikan baru mendapatkan jatah CPNS baru untuk tahun depan.

Eko mengaku tidak hafal rincian dari usulan instansi yang sudah komplit itu. Terutama untuk instansi daerah. Eko menuturkan, diantara instansi pusat yang sudah komplit usulannya adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Dari ketiga instansi itu, bidang pekerjaan antara lain perawat, dokter umum, bidan, guru SD, guru SMK, dan penjaga lapas. (wan)

Incoming search terms:

  • ptkdikmen kemdiknas go id/kemdikbud-dataguru/inputguru php
  • impo tebo

Original source : Usulan CPNS Baru Masih Minim