Seleksi CPNS Terakhir Bagi honorer K2 untuk Wilayah Palembang

Home » Info CPNS » Seleksi CPNS Terakhir Bagi honorer K2 untuk Wilayah Palembang

Palembang- Aksi demonstrasi yang banyak digelar para honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu lalu, sepertinya membuat pemerintah tergerak untuk memikirkan nasib para honorer.

Salah satu langkahnya yaitu memberikan kesempatan kepada para honorer K2 yang tidak lulus agar bisa masuk dalam deretan Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui seleksi ulang.

Menurut Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Mukti Sulaiman, Kemenpan-RB akan digelar kembali tes terakhir untuk pengangkatan honorer K2.

“Tes ini ternyata menjadi kesempatan terakhir bagi honorer K2 untuk mengadu nasib menjadi PNS. Rencananya akan meluluskan semua honorer K2 yang memang benar-benar berkompetensi. Kita akan menghabiskan semua honorer K2 menjadi PNS, tapi dengan syarat harus lulus seleksi lagi,” katanya kepada di ruang kerjanya, Senin (25/5/2014).

Untuk itu, pihaknya menginginkan agar para tenaga honorer K2 di Sumsel ini agar bisa mempersiapkan diri mengikuti ujian ini. Pasalnya, setelah tes ini digelar, tidak akan ada lagi pengangkatan honorer K2 menjadi PNS.

“Makanya mereka harus benar-benar berkompetensi di bidangnya. Kalau tidak berkompetensi, bagaimana bisa lulus,” ucapnya.

Namun, jika setelah tes ini masih saja ada honorer K2 yang tidak lulus ujian kompetensi, maka kebijakan akan kembali ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mempekerjakan mereka, apakah kontrak kerja akan dilanjutkan kembali atau memang kontrak kerja tidak diperpanjang lagi.

Sementara itu, untuk PNS K2 saat ini sudah diusulkan untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). “PNS K2 sudah kita usulkan NIK-nya, diusulkan langsung ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat juga, PNS akan dibagi menjadi dua macam, yaitu PNS tetap dan Aparatur yang sifatnya kontrak.

“Misalnya di sini ada Bapedda dan Biro Hukum, pihak akademis seperti Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Sriwijaya (UNSRI) Sumsel bisa sebagai pegawai kontrak yang memang dibutuhkan dibidangnya pada SKPD tersebut,” lanjutnya.

Namun, saat ini memang belum diberlakukan karena Peraturan Pemerintah (PP) yang menjadi payung hukum masih belum terbit. Tapi nantinya, pegawai kontrak ini akan digaji dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel yang memang bersumber dari APBN.

“Kami masih menunggu PP-nya terbit, yang pasti pegawai kontrak ini memang berkompetensi dibidangnya,” paparnya. (Ajeng Resti/Ndw)

 


Original source : Seleksi CPNS Terakhir Bagi honorer K2 untuk Wilayah Palembang

Pendaftar CPNS 2014 : Kartu Kuning, SKCK, dan Surat Keterangan Sehat Akan di Hapus

Home » Info CPNS » Pendaftar CPNS 2014 : Kartu Kuning, SKCK, dan Surat Keterangan Sehat Akan di Hapus

Persyaratan CPNS – Cpnsinfo.com – Dalam seleksi penerimaan CPNS 2014 ini, pemasukan Institusi kepolisian, disosnakertrans dan RS/Puskemas tidak akan melonjak tajam seperti pada proses penerimaan CPNS tahun sebelumnya.

Pasalnya Seleksi penerimaan CPNS 2014 dipastikan tidak menggunakan surat keterangan yang dikeluarkan dari ke-3 Institusi Pemerintahan tersebut sebelum calon benar benar diterima menjadi CPNS.

Kementerian Pendayagunaan Aparartur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengungkapkan alasan tiga persyaratan saat melamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) ditiadakan.

“Selama ini ketiga persyaratan tersebut selalu dinilai merepotkan calon pelamar CPNS. Selain harus mengurus berhari-hari, mereka juga harus mengeluarkan biaya. Padahal mereka belum tentu diterima,” jelas Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPAN-RB, Herman Suryatman, seperti dikutip dari laman Setkab, Minggu (8/6/2014).

Herman menjamin, pemangkasan ketiga persyaratan administratif itu tidak akan mengurangi kualitas seleksi CPNS, karena seseorang hanya bisa melamar pada jabatan yang telah ditentukan kompetensinya. Dia mencontohkan, lowongan sebagai examiner, kompetensi yang dibutuhkan tentunya sarjana akuntansi. “Setiap instansi sudah menetapkan kompetensi yang dibutuhkan pada lowongan yang dibuka,” tegasnya.

Diakui Herman pemangkasan ini akan mengakibatkan membludaknya pelamar CPNS, tetapi dengan diterapkannya sistem computer helped test (CAT) dalam ujian, Herman yakin pemerintah bisa menjaring putera-puteri terbaik bangsa untuk menjadi CPNS.

Herman mengingatkan, dengan sistem CAT, proses seleksi CPNS akan berlangsung secara transparan, dan obyektif. “Usai ujian mereka sudah tahu nilainya, apakah memenuhi quick grade atau tidak,” pungkasnya.

 


Original source : Pendaftar CPNS 2014 : Kartu Kuning, SKCK, dan Surat Keterangan Sehat Akan di Hapus

Istri Bupati Ikut Diperiksa Terkait Kasus Penerimaan CPNS

Home » Info CPNS » Istri Bupati Ikut Diperiksa Sehubunganmisi Kasus Penerimaan CPNS

Kasus CPNS 2014

Wa Ode Farida Baharuddin, istri Bupati Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), diperiksa penyidik polda setempat, Senin (9/6/2014), karena diduga terlibat dalam kasus korupsi pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) untuk honorer kategori 2 (K2).Tanpa didampingi kuasa hukumnya, Waode Farida menjalani pemeriksaan selama 3,5 jam di ruangan Kabag Wasidik, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sultra.

Kepala Sub Dit Pusat Informasi dan Data Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menjelaskan, istri bupati Muna diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan suap CPNSD khususnya honorer K2.

“Yang bersangkutan mendapat 14 pertanyaan dari penyidik. Pemeriksaan terhadap istri bupati Muna, untuk mengkonfirmasi bunyi sms-nya ke telepon seluler kepala BKD yang telah disita penyidik. Karena itu penyidik tipikor mendalami bunyi sms-nya, tapi kami belum bisa ungkapkan isi sms-nya karena itu materi penyelidikan,” kata Dolfi.

Menurutnya, pemeriksaan istri orang nomor satu di Kabupaten Muna itu menjawab tudingan beberapa saksi pelapor yang mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada Wa Ode Farida agar diloloskan pada seleksi CPNSD.

“Hasil pemeriksaan sementara di hadapan penyidik yang bersangkutan tidak meminta uang kepada peserta CPNSD untuk K2,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa beberapa peserta dimintai uang mulai dari Rp 40 juta hingga Rp 80 juta, supaya bisa lolos menjadi CPNSD di Kabupaten Muna.

Sementara untuk saksi lainnya, yakni mantan Kepala BKD Muna yang kini menjadi kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (BPMD) Muna, Laode Palaka, berjanji akan memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Rabu, 11 Juni mendatang.

“Beliau (Laode Palaka) sudah mengkonfirmasi ke penyidik dan bersedia dimintai keterangan nanti lusa, hari Rabu. Dia diperiksa karena yang bersangkutan menjabat sebagai kepala BKD saat Verifikasi berkas K2,” tambahnya.

Sementara itu, Waode Farida berusaha mengelak dari pertanyaan wartawan usai diperiksa penyidik polda. Didampingi dua orang kerabatnya, dia meninggalkan kantor Polda Sultra dengan menggunakan mobil Toyota Innova warna hitam.

Sebelumnya, penyidik Polda Sultra juga memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muna, Nurdin Pamone selaku ketua panitia seleksi CPNSD. Saat bersamaan, Polda Sultra juga menetapkan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muna, La Irian, sebagai tersangka dalam kasus suap penerimaan CPNSD untuk tenaga honorer K2.

Dalam kasus ini, dana suap dari puluhan tenaga honorer mengalir ke sejumlah pejabat daerah di Kabupaten Muna. Namun belakangan tenaga honorer protes dan melaporkan kasus dugaan korupsi itu ke polda, karena mereka merasa tidak diloloskan pada penerimaan CPNSD, padahal mereka telah menyetor sejumlah uang.

“Bukan hanya kepala BKD yang mendapat uang tersebut, kita masih melakukan penyidikan siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus ini. Pokoknya nilai suapnya ratusan juta rupiah, kita tunggu saja hasil penyidikannya, ya,” ujar Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sultra, Kombes Pol Dul Alim.

Via tribunnews.com


Original source : Istri Bupati Ikut Diperiksa Terkait Kasus Penerimaan CPNS

Tes CPNS Tahun 2014 di Pastikan 100 Persen Pakai Sistem CAT

Home » Info CPNS » Tes CPNS Tahun 2014 di Pastikan 100 Persen Pakai Sistem CAT

Info CPNS Pusat 2014

Seleksi CPNS tahun ini dipastikan seluruhnya menggunakan sistem computer helped test (CAT). Ini berbeda dengan tes 2013, yang sebagian besar masih menggunakan lembar jawaban komputer (LJK).”Kalau sebelumnya tes CPNS sebagian besar masih menggunakan Lembar Jawaban Komputer, tahun ini 100 persen akan menggunakan CAT. Dengan demikian, peserta dapat melihat langsung hasilnya setelah tes dilakukan,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar dalam keterangan, Rabu (28/5).

Dengan cara yang bersih dalam proses penerimaan CPNS, lanjutnya, pemerintah akan mendapatkan kader-kader terbaik PNS. Selain itu pemerintah akan mendapatkan kepercayaan masyarakat, terutama dari para generasi muda.

“Sistem CAT bisa mendorong generasi muda untuk belajar sungguh-sungguh, karena mereka punya harapan untuk diperlakukan adil oleh pemerintah,” terangnya.

Azwar juga mengatakan bahwa penerimaan CPNS akan disesuaikan dengan kebutuhan kabupaten dan kota termasuk provinsi. Untuk tahun ini, pihaknya akan mendapat CPNS sekitar 100.000 pegawai yang bakla ditempatkan di kabupaten/kota yang mengusulkan. Dari jumlah tersebut, 40.000 di antaranya untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kini KemenPAN-RB masih menunggu usulan dari pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota. “Pada rekrutmen CPNS kali ini, kita benar-benar berupaya bebas dari KKN. Bahkan, kini kita juga sedang menjalin kerja sama dalam melakukan kerja sama dalam pemeriksaan,” sebuatnya.

Soal jadwal pendaftaran sendiri, Wakil Menteri Pan-RB Eko Prasojo mengatakan, dimulai pada Juni. Pihaknya akan menggelar Job Honest CPNS 2014 di be a inhabitant Sahid, Jakarta pada 16 Juni-17 Juni 2014. Acara itu digelar bersamaan dengan pameran inovasi pelayanan publik dari seluruh daerah di Indonesia.

“Nanti akan kami umumkan posisi apa saja yang lowong dan bisa diisi. Jadi, saya harap Kementerian atau Lembaga dan Pemda bisa menarik minat CPNS untuk mendaftar,” ujar Wakil Menteri Pan-RB itu.

Hanya Satu Honorer Lolos

Dari ratusan instansi pusat dan daerah, tiga di antaranya memiliki jumlah tenaga honorer kategori dua (K-2) barrier sedikit. Yaitu Badan Standarisasi Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Kemenko Bidang Perekonomian. Di tiga instansi tersebut, masing-masing hanya satu honorer K2 yang lulus tes CPNS.

“Tiga instansi tersebut, honorer K2 yang dinyatakan lulus masing-masing satu orang saja. Ini sangat berbeda dengan instansi lainnya yang kelulusan honorernya dari ratusan sampai ribuan orang,” ungkap Karo Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman kepada JPNN, Rabu (28/5).

Rata-rata instansi pusat maupun daerah mengoleksi honorer K2 yang cukup banyak, mulai puluhan sampai ribuan. Yang jumlahnya puluhan sampai 200, lebih cepat diverifikasi dan validasi (verval) karena jumlah sedikit. Di atas 200 orang, verval lebih lama.

“Yang sedikit itu barrier cepat vervalnya dalam pengajuan pemberkasan NIP. Kalau banyak, butuh waktu panjang untuk meneliti satu persatu,” ucapnya. Mantan pejabat Kabupaten Sumedang ini menambahkan, K2 yang lulus barrier banyak ada di DKI Jakarta sebanyak 5.164 orang, Kemendikbud 3.794, dan Polri 3.596.

Bantu PNS

Sementara itu, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) meminta pemda menetapkan area perumahan yang pasti untuk lokasi pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayahnya masing-masing. Ini untuk meminimalisir spekulan tanah yang memainkan harga tanah.

Asisten Deputi Pengembangan Kerjasama dan Kemitraan Deputi Perumahan Genteel Kemenpera Bernaldy mengatakan, beberapa permasalahan yang sering dihadapi pemda adalah soal tanah dan Perda yang mengatur tentang perumahan. “Pemda bisa membantu PNS dengan membeli tanah untuk lokasi perumahan para abdi negara tersebut. Kami juga berharap pemda bisa membebaskan pajak untuk rumah yang mendapat subsidi dari pemerintah sehingga lebih banyak masyarakat yang memiliki rumah dengan harga terjangkau,” harapnya. (esy/jpnn)


Original source : Tes CPNS Tahun 2014 di Pastikan 100 Persen Pakai Sistem CAT

Pemkab Malang Berencana Membutuhkan Sebanyak 5.000 Pegawai CPNS

Home » Info CPNS » Pemkab Malang Berencana Membutuhkan Sebanyak 5.000 Pegawai CPNS

Info CPNS Malang 2014

Lowongan pekerjaan memang semakin sulit. Persaingan semakin ketat membuat sarjana yang baru lulus berlomba-lomba mencari pekerjaan yang sesuai bidangnya.Kini, pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, tahun ini berencana merekrut 5.000 calon pegawai negeri sipil (CPNS), sebagian akan ditempatkan di kantor pemerintahan setempat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang Suwandi pada Sabtu mengatakan pemerintah sudah mengajukan kuota penerimaan 5.000 CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Nasional.

“Kami kirimkan sekitar dua bulan lalu, namun yang disetujui berapa kita belum tahu. Yang pasti, dari 5.000 yang kita ajukan itu, 60 persennya adalah tenaga pendidik dan selebihnya untuk tenaga kesehatan serta teknis di satuan kerja perangkat daerah,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kuota yang disetujui pemerintah pusat selalu lebih kecil dibandingkan dengan pengajuan.

Suwandi menjelaskan pula bahwa pada perekrutan yang akan dilakukan Juli mendatang, pemerintah daerah mengajukan rencana perekrutan lulusan sarjana dan lulusan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan untuk mendukung kerja bagian tata usaha di unit-unit pelaksana teknis.

Jumlah pegawai negeri sipil di Kabupaten Malang saat ini sekitar 17 ribu orang dan yang pensiun setiap tahun rata-rata 600-700 orang.Pegawai yang pensiun sebagian besar guru sehingga setiap penerimaan CPNS formasi guru selalu diperbanyak. (ant)


Original source : Pemkab Malang Berencana Membutuhkan Sebanyak 5.000 Pegawai CPNS

Jadwal Tes CPNS Juni 2014,Tetapi Formasi Belum Disetujui (Kemen PAN-RB) RI

Home » Info CPNS » Jadwal Tes CPNS Juni 2014,Tetapi Formasi Belum Disetujui (Kemen PAN-RB) RI

Info Formasi CPNS Padang 2014

Aiepacah, Padek—Usulan formasi untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2014 yang diajukan Pemko Padang melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), belum juga turun. Hingga kini, Pemko belum mendapat persetujuan formasi penerimaan CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) RI.

Kepala BKD Padang, Asnel mengatakan belum bisa memastikan kapan persetujuan formasi CPNS itu turun. Berdasarkan informasi yang diterima, kata Asnel, formasi CPNS untuk Padang diperkirakan turun Juni mendatang.

“Memang sampai saat ini usulan formasi yang kita kirimkan ke pusat belum juga turun. Kita berharap secepatnya persetujuan formasi CPNS ini bisa kita terima,” kata Asnel.

Asnel menyebut telah mengusulkan 3.933 formasi CPNS ke Kemen PAN-RB. Menurutnya, usulan itu sesuai dengan kebutuhan daerah.

Dalam dua tahun terakhir, Pemko Padang tidak mendapat CPNS karena adanya pause PNS.

Usulan CPNS itu dikhususkan untuk formasi tenaga guru dan tenaga teknis. Untuk tenaga guru, lebih didominasi guru SD karena masih kurang di Padang. “Kekurangan guru SD di Padang sekitar 1.200 orang,” jelas Asnel.

Begitu juga tenaga teknis di kelurahan, juga kekurangan tenaga. “Rata-rata di tiap kelurahan kekurangan tiga pegawai. Secara bertahap melalui penerimaan CPNS tahun ini,kita berusaha menutupi kekurangan pegawai di lingkungan Pemko Padang,” kta Asnel.

Untuk itu, dia berharap usulan CPNS ke pusat bisa disetujui. Seleksi CPNS pada Juni nanti, Pemko Padang tidak lagi menggunakan lembar jawaban komputer (LJK), tapi akan menggunakan sistem computer helped test (CAT).

Kebijakan menggunakan sistem CAT ini wajib dilaksanakan bagi setiap daerah yang akan merekrut CPNS. Jika tidak, daerah tersebut tidak akan diberikan formasi CPNS. “Untuk Pemko Padang sendiri, kita telah menyatakan siap menggunakan sistem CAT ini pada penerimaan CPNS tahun 2014. Sistem ini merupakan salah satu upaya mewujudkan transparansi dalam penerimaan CPNS,” tegas Asnel. (eri)


Original source : Jadwal Tes CPNS Juni 2014,Tetapi Formasi Belum Disetujui (Kemen PAN-RB) RI

Info Honorer Wonogiri 2014:Sebanyak 12 Tenaga Honorer Resmi Mundur

Home » Info CPNS » Info Honorer Wonogiri 2014:Sebanyak 12 Tenaga Honorer Resmi Mundur

Berita Honorer  Wonogiri

Sebanyak 12 tenaga honorer kategori II (K2) yang lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Wonogiri mengundurkan diri. Selain kabar tentang CPNS itu, berita mengenai dua aktivis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Klaten yang menyatakan ingin berdamai dengan dosen juga mengisi halaman Soloraya, Harian Umum Solopos, hari ini, Sabtu (31/5/2014).

Berikut rangkumannya:

12 Tenaga Honorer Mundur
Sebanyak 12 tenaga honorer kategori II (K2) yang lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengundurkan diri. Alasannya, mereka merasa berkas administrasi yang mereka kumpulkan tak memenuhi persyaratan.Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, Rumanti Permanandyah, Jumat (30/5/2014), mengatakan dari 283 tenaga honorer K2 yang lolos seleksi CPNS hanya 271 berkas adminitrasi yang lolos verifikasi. Sementara itu, sisanya tak lolos verifikasi administrasi lantaran mengundurkan diri.

Kasus Facebook : Dua Aktivis Mahasiswa Ingin Berdamai
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tingggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Klaten meminta kasus pencemaran nama baik salah seorang dosen yang menyeret dua mahasiswa setempat diselesaikan secara damai.Wakil Presiden BEM Stikes Muhammadiyah Klaten, Pramusti Arnan mengatakan mahasiswa dan petinggi kampus setempat sudah beberapa kali menggelar audiensi. Dua aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dimas dan Fajar Purnomo, yang terseret dalam kasus tersebut dalam pernyataannya, Jumat (30/5/2014), menyatakan ingin kasus ini diselesaikan dengan cara damai.

Instruksi Menpan RB Rawan Kongkalikong
Pengamat birokrasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Didik G. Suharto menilai mekanisme rekomendasi nama dari kepala daerah untuk mengganti tebaga honorer yang tidak lolos pemberkasan calon pegawai negeri sipil (CPNS) rawan kongkalikong.
Menurut pernyataannya, Jumat (30/5/2014), meskipun ada afirmasi nilai, pemerintah masih perlu memperjelas mekanisme tersebut. Daerah juga diimbau tetap transparan ketika aturan tersebut jadi diterapkan agar tak terjadi kecurangan.

 


Original source : Info Honorer Wonogiri 2014:Sebanyak 12 Tenaga Honorer Resmi Mundur

Ada SK Pengangkatan Guru Honorer Sleman di Duga Kuat Palsu

Home » Info CPNS » Ada SK Pengangkatan Guru Honorer Sleman di Duga Kuat Palsu

Info Honorer Guru Sleman 2014

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat Kabupaten Sleman, temukan data CPNS K2 yang tidak convincing. Data tersebut sehubunganmisi dengan Surat Keterangan (SK) pengangkatan sebagai guru honorer yang ditengarai palsu.Kepala BKD Sleman, Iswoyo Hadiwarno mengatakan sampai saat ini dirinya tengah menunggu finalisasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengenai hal tersebut. Namun demikian, jika benar terbukti memalsukan, peserta yang bersangkutan tidak akan mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang artinya tidak dapat diangkat sebagai PNS.

“Kami masih menunggu proses dari BKN, namun yang jelas jika benar terbukti, oknum tersebut tidak bisa mendapatkan NIP,” tuturnya, Senin (26/05/2014).

Akibat indikasi tersebut, ada beberapa oknum CPNS K2 yang mundur, ketika diketahui menyodorkan dokumen SK yang tidak sah.

Sementara itu, Kepala Badan Inspektorat Sleman Suyana mengatakan pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada oknum bersangkutan, melainkan juga pada kepala sekolah bersangkutan.

Mengenai jumlah oknum yang ditengarai memalsukan SK, baik Iswoyo dan Suyana tidak mengungkapkan secara pasti. Namun menurut Iswoyo dari sejumlah 453 peserta yang dinyatakan lolos, oknum nakal tidak mencapai satu persen.

Terpisah, Ketua PHSNI Sleman Eka Mujiyanta memaparkan agar oknum yang terbukti memalsukan dokumen untuk dapat ditindak secara tegas. “Tindak tegas oknum yang memalsukan dokumen, karena kami merasa di zalimi. Kami berharap agar diselesaikan secara hukum,” tandasnya.

Via TRIBUNJOGJA.COM


Original source : Ada SK Pengangkatan Guru Honorer Sleman di Duga Kuat Palsu

Resmi di Nytakan Tidak Lulus 277 Honorer Ende Kategori Dua Menangis

Home » Info CPNS » Resmi di Nytakan Tidak Lulus 277 Honorer Ende Kategori Dua Menangis

Info Terbaru Honorer Ende 2014

Kegembiraan 277 tenaga honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Ende sejak pengumuman kelulusan oleh BKN dan Menpan tanggal 10 Februari 2014, berubah menjadi tangisan ketika Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ende mengumumkan secara lisan nama-nama tenaga honorer yang dinyatakan lolos untuk diproses menjadi CPNS di tingkat BKN maupun Menpan.

Berdasarkan pengumuman BKD Ende, Senin (26/5/2014), dari 522 tenaga honorer yang sebelumnya dinyatakan lulus test CPNS, hanya 245 yang memenuhi syarat. Sedangkan 277 orang lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Disaksikan Pos Kupang, pelaksanaan pengumuman tenaga honorer yang memenuhi syarat dilakukan Kepala BKD Ende, Gerson Duka, di Aula Kantor Bupati Ende.

Sebelum membacakan nama-nama tenaga honorer, Gerson yang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Ende, Germanus Wedho, dan Kabag Humas Setda Ende, Petrus Mite, terlebih duhulu meminta persetujuan dari tenaga honorer yang hadir mengenai hal-hal yang harus dibaca. Apakah nama-nama tenaga honorer  yang memenuhi syarat atau yang tidak memenuhi syarat.

Setelah mendapatkan persetujuan dari mayoritas tenaga honorer yang meminta agar membacakan nama-nama tenaga honorer yang memenuhi syarat, staf BKD kemudian membacakan nama-nama mereka. Saat nama-nama dibacakan terlihat wajah-wajah tenaga honorer tegang. Ucapan syukur dikumandangkan oleh tenaga honorer yang namanya dibacakan.

“Puji Tuhan, akhirnya lolos setelah bertahun-tahun menanti nasib yang tidak pasti,” kata seorang tenaga honorer yang terlihat memakai pakaian dinas layaknya PNS sambil mencium seorang pria yang juga berpakaian dinas.

Keadaan kontras terjadi usai BKD membacakan nama-nama tenaga honorer yang tidak memenuhi syarat. Hujan tangisan maupun sumpah serapah dikemukakan ratusan tenaga honorer lainnya yang namanya tidak ikut dibacakan.

“Negara berlaku diskriminatif kepada kami karena kami sama-sama mendidik anak bangsa, namun kenapa hanya mereka tenaga honorer yang ngajar di sekolah negeri yang dinyatakan memenuhi syarat, sedangkan kami yang di sekolah swasta dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diproses menjadi CPNS,” kata Maria, salah seorang tenaga honorer sambil menangis. *

Via TRIBUNNEWS.COM


Original source : Resmi di Nytakan Tidak Lulus 277 Honorer Ende Kategori Dua Menangis

Sebanyak 57 CPNS Garut Resmi Tak Lolos Verifikasi

Home » Info CPNS » Sebanyak 57 CPNS Garut Resmi Tak Lolos Verifikasi

Info CPNS Garut 2014

 Sebanyak 57 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori 2 di Kabupaten Garut tidak lolos dalam tahap verifikasi. Tim verifikasi ulang yang diketuai Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyatakan hanya 1.228 orang yang dinyatakan lulus tes CPNS K2 Tahun 2013.

Ketua Forum Tenaga Kerja Kontrak 2005, Heri, mengatakan sebanyak 57 CPNS K2 itu dinilai tidak memenuhi kriteria. Padahal dari hasil temuan di lapangan, jumlah CPNS K2 yang bermasalah sebanyak 218 orang karena menggunakan dokumen pemberkasan palsu.

“Yang kita laporkan dalam penyampaian sanggahan itu sebanyak 218 orang. Sedangkan, menurut tim verifikasi yang dianggap tidak masuk kriteria itu hanya 57 orang. Ini akan menimbulkan pertanyaan, ada apa dan seperti apa mekanismenya,” katanya, Selasa (20/5).

Heri mengatakan, seusai mengikuti ekspose hasil verifikasi CPNS K2 di Aula Gedung DPRD Garut, pihaknya akan menyampaikan sanggahan ulang. Di antaranya dengan mengajukan 218 data CPNS bermasalah untuk diverifikasi ulang lagi, dengan menghadirkan saksi dari rekan kerja CPNS tersebut.

Sementara itu, Sekda Garut, Iman Alirahman, mengatakan Pemkab belum bisa memutuskan tindakan apapun terhadap 57 CPNS yang dinyatakan tidak lolos verifikasi. “Apakah akan digantikan oleh CPNS lain, atau kuotanya menjadi berkurang sebanyak itu, belum tahu. Hal itu karena belum ada petunjuk apa pun dari pemerintah pusat,” katanya.

Iman mengatakan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 9 Tahun 2012, yang mengatur tentang tata cara penggantian posisi honorer yang meninggal dunia atau mengundurkan diri, belum bisa diaplikasikan.

Di kabupaten Garut, dari 1.285 CPNS yang lulus tahap awal, hanya 1.283 CPNS yang diverifikasi karena dua orang CPNS meninggal dunia. Dari data sebanyak itu, 312 orang di antaranya adalah guru, 32 tenaga kesehatan, 17 tenaga penyuluh dan sisanya sebanyak 322 orang merupakan tenaga teknis dan administrasi. (sam)

Via TRIBUNNEWS.COM


Original source : Sebanyak 57 CPNS Garut Resmi Tak Lolos Verifikasi