Kasus Honorer Siluman di Kemenag Nagan Mulai Diusut

TRIBUNNEWS.COM, MEULABOH - Kasus dugaan honorer siluman bukan saja mencuat di jajaran Pemkab Aceh Barat. Kasus guru honorer diduga siluman ternyata juga terjadi di jajaran Kemenag Kabuparen Nagan Raya. Polisi setempat dilaporkan mulai mengusut kasus tersebut.
Koordinator Solidaritas untuk Anti Korupsi (SuAK) Aceh, T Nefa Firdaus menjawab Serambi, Minggu (24/6/2012) di Meulaboh, menyatakan dukungan terhadap mulai diusutnya kasus honorer siluman di jajaran Kemenag Nagan Raya yang pernah dilaporkan oleh sejumlah guru dengan jumlah honorer siluman sebanyak lima orang.
“Harapan kita siapapun terlibat dalam kasus itu harus bertanggung jawab dengan hukum,” harap Neta.
Seperti diberitakan Serambi, Rabu (22/5/2012), sejumlah guru honorer di Nagan Rayamelaporkan, sebanyak lima honorer di jajaran Kemenag Nagan Raya, diduga melakukan manipulasi data guna diangkat menjadi pegawai negeri sipil melalui jalur pemutihan.
Dalam surat laporan yang ditandatangani masing-masing Suwardi SPd, Zulchairal SPdi, Ebi Saputra SPdi, Yusmanidar AMa, Darni Ama, Bayani AMa, Nurhayati AMa, serta Ros Effan Ama, disebutkan bahwa berdasarkan data yang ada, lima orang yang lulus baru-baru ini terindikasi fiktif dan siluman, karena sama sekali tidak pernah bertugas di jajaran Kemenag Nagan Raya.
Adapun kelima honorer diduga siluman menurut laporan para guru tenaga kontrak tersebut, masing-masing berinisial EA, tempat tanggal lahir Medan, 30 Juni 1981 dengan pendidikan DII PGSD (tidak pernah distinction). Kedua, berinisial Bus, tempat tanggal lahir Nagan Raya, 5 Juni 1979 pendidikan MA jurusan IPS (tidak pernah distinction).
Ketiga, berinisial HS, tempat tanggal lahir Nagan Raya, 1 Februari 1981, pendidikan MA (honorer 2009). Keempat, Tau, tempat tanggal lahir Nagan Raya 1 Januari 1984, pendidikan MTsN (tidak pernah distinction). Kelima, Mur, tempat tanggal lahir 9 April 1978, pendidikan terakhir MA (bukan honorer 2005 dan diduga melakukan manipulasi data).
“Polisi harus mengusut kasus ini, karena sangat merugikan para guru honorer lainnya. Karena masih banyak guru yang sudah lama bertugas namun malah tak diangkat. Sedangkan tenaga honorer fiktif malah diangkat,” kata Ebi Saputra selaku perwakilan para guru.

Sumber : Tribun News

Incoming search terms:

  • Berapa persen pns dinagan raya berdasarkan jumlah penduduk

Original source : Kasus Honorer Siluman di Kemenag Nagan Mulai Diusut

Tenaga honorer galau menunggu kabar pengangkatan menjadi pns

Saat ini saya yakin banyak dari tenaga honorer baik tenaga honorer kategori 1 ataupun tenaga honorer kategori 2 hatinya sedang galau dan harap-harap cemas akan kejelasan pengangkatanya menjadi pns.

Tenaga honorer kategori 1 masih harap-harap cemas dengan proses verifikasi dan validasi yang masih terus saja bermasalah untk beberapa daerah. Setelah uji publik banyak sanggahan dari masyarakat, ada yang merasa berhak tapi dinyatakan tidak memenuhi syarat, ada yang dilaporkan masyarakat sebagai tenaga honorer “siluman” yang masih perlu diuji kebenarannya.

Untuk tenaga honorer kategori 2, hal-hal yang menjadi kecemasan adalah apakah mereka akan diangkat langsung menjadi pns seperti “seniornya” di kategori 1, apakah mereka harus menjalani tes sesama tenaga honorer dimana ada kecemasan akan kalah dengan yang lebih muda, apakah di bkn ataupun di kemenpan masih akan diverifikasi dan divalidasi lagi, sehingga muncul kekhawatiran akan tercoret dari list karena satu dan lain hal dianggap tidak memenuhi syarat.

Apapun keputusannya nanti semoga saja saya doakan tenaga honorer baik kategori 1 ataupun kategori 2 dapat diangkat semua menjadi pns tentu saja dengan mempertimbangkan masa pengabdian dan juga kemampuan keuangan negara. Tidak lupa juga saya harapkan semoga peraturan pemerintah yang mengatur pengangkatan tenaga honorer segera terbit sehingga honorer dapat segera diproses menjadi pns.

Penulis : Dwi Hartana, STP, Info CPNS

Incoming search terms:

  • bsm_kabcrb@yahoo co id

Original source : Tenaga honorer galau menunggu kabar pengangkatan menjadi pns

Provinsi Sumatera Utara Kembali Buka Peluang bagi Ratusan Tenaga Honorer jadi CPNS

http://lokernesia.blogspot.com/2012/06/provinsi-sumatera-utara-kembali-buka.htmlProvinsi Sumatera Utara Kembali Buka Peluang bagi Ratusan Tenaga Honorer jadi CPNS
Terbukanya kembali peluang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 tahun 2012, rupanya ditanggapi positif sejumlah daerah di Sumatera Utara. Apalagi dalam penjelasan PP tersebut, dibuka peluang diangkatnya tenaga honorer menjadi CPNS.
Hal ini terlihat dari data yang diperoleh Sumut Pos dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), kemarin. Disebutkan, dari instansi yang telah melaporkan hasil pengumuman honorer Kategori-I (Memenuhi Kriteria) yang tidak ada pengaduan/ keberatan/sanggahan sampai dengan Mei 2012, dari Provinsi Sumut setidaknya mencapai 300 honorer dari enam kabupaten/ kota yang ada.
Di antaranya dari Kabupaten Karo sebagaimana dilaporkan bupatinya ke Kemenpan pada 19 April lalu, mencapai 31 honorer yang memenuhi kriteria. Sementara dari Kabupaten Langkat sebagaimana dilaporkan bupatinya pada 20 April lalu, berjumlah 18 honorer. Dan, dari Nias Utara hanya lima honorer. Besarnya tenaga honorer yang memenuhi syarat datang dari laporan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhan Batu Utara dengan jumlah 143 orang. Sementara untuk Asahan hanya 13, Mandailing Biological 73, dan Kota Padangsidempuan mencapai 17 honorer.
Tentunya menanggapi laporan ini, Kemenpan tidak otomatis mengangkat nama-nama yang diberikan. Sebab menurut Kepala Humas Kemenpan, Gatot Sugiharto, dalam penjelasan PP Nomor 56 Tahun 2012, disebutkan, ada dua kategori pengangkatan tenaga honorer sebagai CPNS. Di antaranya untuk tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai bukan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) atau APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), disyaratkan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang. Selain itu juga harus bekerja di instansi pemerintah dengan masa kerja barrier sedikit satu tahun pada tanggal 31 Desember 2005 lalu dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus. Selain itu juga harus berusia barrier rendah 19 tahun dan tidak lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006 lalu.
Sementara bagi tenaga honorer yang dibiayai dari APBN dan APBD (Kategori 1), dimaksudkan untuk mengisi formasi Tahun Anggaran 2012. Dan bagi tenaga honorer yang tidak dibiayai dari APBN dan APBD (Kategori 2) untuk mengisi formasi Tahun Anggaran 2013 dan formasi Tahun Anggaran 2014,” jelas Gatot.
Hal ini menurutnya sebagaimana diatur dalam penjelasan Pasal 3 ayat 2 huruf a PP.

Incoming search terms:

  • mtkp sumatera utara str

Original source : Provinsi Sumatera Utara Kembali Buka Peluang bagi Ratusan Tenaga Honorer jadi CPNS

POKOK-POKOK MATERI PP. NO. 56 TAHUN 2012

1.Penyelesaian tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai dari APBN/APBD (kategori I), sebagai berikut:

a.Pengangkatan tenaga honorer kategori I menjadi CPNS, dilakukan untuk mengisi formasi tahun anggaran 2012 berdasarkan data tenaga honorer hasil verifikasi dan validasi oleh MENPAN-RB, BKN dan BPKP yang telah diumumkan ke publik.

b.Masih banyak melaporkan bahwa data tersebut belum convincing sehingga MenPAN-RB sudah memerintahkan kembali agar Kepala BKN dan Kepala BPKP melakukan verifikasi dan validasi ulang baik dokumen maupun ke lapangan bila diperlukan dengan melibatkan kepolisian.

c.Hasil verifikasi dan validasi ulang terakhir per instansi dilaporkan oleh Kepala BKN dan Kepala BPKP kepada Menteri PAN dan RB untuk ditetapkan formasinya sesuai persyaratan pengangkatan tenaga honorer Kategori I sama dengan persyaratan yang diatur dalam PP. No. 48 Tahun 2005 jo. PP. No. 43 Tahun 2007 dan PP. No. 56 Tahun 2012.

2.Penyelesaian tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai bukan dari APBN/APBD (kategori II), sebagai berikut:

a.Lulus seleksi kelengkapan administrasi dan lulus ujian tertulis

Incoming search terms:

  • menpan rb

Original source : POKOK-POKOK MATERI PP. NO. 56 TAHUN 2012

300 Honorer di Sumut Berpeluang jadi CPNS

JAKARTA-Dibukanya kembali peluang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 tahun 2012, rupanya ditanggapi positif sejumlah daerah di Sumatera Utara. Apalagi dalam penjelasan PP tersebut, dibuka peluang diangkatnya tenaga honorer menjadi CPNS.
Hal ini terlihat dari data yang diperoleh Sumut Pos dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), kemarin. Disebutkan, dari instansi yang telah melaporkan hasil pengumuman honorer Kategori-I (Memenuhi Kriteria) yang tidak ada pengaduan/keberatan/sanggahan sampai dengan Mei 2012, dari Provinsi Sumut setidaknya mencapai 300 honorer dari enam kabupaten/kota yang ada.
Di antaranya dari Kabupaten Karo sebagaimana dilaporkan bupatinya ke Kemenpan pada 19 April lalu, mencapai 31 honorer yang memenuhi kriteria. Sementara dari Kabupaten Langkat sebagaimana dilaporkan bupatinya pada 20 April lalu, berjumlah 18 honorer. Dan, dari Nias Utara hanya lima honorer. Besarnya tenaga honorer yang memenuhi syarat datang dari laporan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhan Batu Utara dengan jumlah 143 orang. Sementara untuk Asahan hanya 13, Mandailing Biological 73, dan Kota Padangsidempuan mencapai 17 honorer.
Tentunya menanggapi laporan ini, Kemenpan tidak otomatis mengangkat nama-nama yang diberikan. Sebab menurut Kepala Humas Kemenpan, Gatot Sugiharto, dalam penjelasan PP Nomor 56 Tahun 2012, disebutkan, ada dua kategori pengangkatan tenaga honorer sebagai CPNS. Di antaranya untuk tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai bukan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) atau APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), disyaratkan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang. Selain itu juga harus bekerja di instansi pemerintah dengan masa kerja barrier sedikit satu tahun pada tanggal 31 Desember 2005 lalu dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus. Selain itu juga harus berusia barrier rendah 19 tahun dan tidak lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006 lalu.
“Sementara bagi tenaga honorer yang dibiayai dari APBN dan APBD (Kategori 1), dimaksudkan untuk mengisi formasi Tahun Anggaran 2012. Dan bagi tenaga honorer yang tidak dibiayai dari APBN dan APBD (Kategori 2) untuk mengisi formasi Tahun Anggaran 2013 dan formasi Tahun Anggaran 2014,” jelas Gatot.
Hal ini menurutnya sebagaimana diatur dalam penjelasan Pasal 3 ayat 2 huruf a PP. Syarat lain, tenaga honorer yang akan diangkat sebagai CPNS menurutnya juga melalui pemeriksaan kelengkapan administrasi dan lolos verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh tim verifikasi dan validasi yang dibentuk oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Serta lulus ujian tertulis kompetensi dasar dan kompetensi bidang sesama tenaga honorer. Selain dari Sumut, data yang diperoleh juga menyebut setidaknya saat ini terdapat 111 kabupaten/kota yang telah melaporkan hasil pengumuman honorer Kategori-I. Dengan total tenaga honorer yang mencapai 4.517 jiwa. (gir)

Sumber : JPNN

Incoming search terms:

  • Daftar nama yang lulus ujian insentif apbd untuk guru honor di labuhanbatu selatan
  • info cpns k2 ditjen hubla 2014 yang akan di angkat langsung

Original source : 300 Honorer di Sumut Berpeluang jadi CPNS