Apa Pusat Harus Terus Menyuapi Daerah?

SETELAH nasib tenaga honorer Kategori 1 (K1) sudah diberi sinyal hijau, yakni dijanjikan diangkat jadi CPNS tahun ini, kini giliran rekrutmen jalur reguler yang perlu dibeberkan secara gamblang mekanisme seleksinya.

Meski jalur untuk pelamar umum dibatasi dan syarat usulan yang ketat, namun tetap lah kuota kursi CPNS bakal menjadi rebutan para peminat profesi sebagai abdi negara.

Instansi/lembaga yang mengusulkan jatah CPNS harus menyertakan analisa jabatan (Anjab), analisa beban kerja (ABK), penataan (prediksi kebutuhan) pegawai selama lima tahun. Formasi yang diusulkan pun hanya untuk kebutuhan pegawai yang dianggap mendesak, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Incoming search terms:

  • skb menpan rb dan mendikbud no252 tahun 2015
  • Kapan cair kekurangan gaji rapelan di kabupaten sinjai
  • Kapan cair kekurangan gaji rapelan di kabupaten sinjai 18 7 2015
  • hasil seleksi administrasi satker p3md 20015
  • plpg pgra iain lampung 20015
  • Pencairan blsm di kec banjaran tgl berapa september 2015
  • sindo lowongan kerjaan tgl 26 thn 20015 bln 8
  • daftar nama peserta plpg tahun 2015 wilayah Sumbawa NTB
  • syarat - syarat masuk pns
  • tkd guru dki bulan juli dan agustus 2015 kapan cair
  • cpns kbsdm riau
  • syarat pns bali
  • honorer ASN 20015
  • pencairan dana yayasan amallillah dan lpii agustus 2015
  • seragam dinas kemenag banyuwangi
  • syarat umur masuk IPDN

Original source : Apa Pusat Harus Terus Menyuapi Daerah?

Lagi, Korban Calo CPNS Lapor Polisi

Bangli (Bali Post)-

Satu lagi korban penipuan CPNS dengan tersangka Sang Ketut Ard asal Tamanbali melapor ke Polres Bangli. Dewa Ayu Jayanti (32) asal Jalan Sandat II No 51 Denpasar mendatangi Polres Bangli, Selasa (8/5) lalu. Korban mengadukan perbuatan pelaku disertai penyerahan bukti berupa tiga lembar kwitansi sebagai bukti serah terima uang sebesar Rp 65 juta.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Ida I Dewa Nyoman Rai, Rabu (9/5) kemarin, mengatakan korban penipuan dengan tersangka Sang Ketut Ard kembali bertambah. Korban Jayanti menyerahkan uang secara bertahap kepada tersangka. Penyerahan uang pertama kali dilakukan 16 Oktober 2011 sebesar Rp 20 juta. Pembayaran kedua kalinya dilakukan 17 Oktober 2011 sebesar Rp 10 juta. Pembayaran ketiga kali dilakukan 18 Oktober 2011 sebesar Rp 35 juta. Sehingga total uang yang telah diserahkan mencapai Rp 65 juta.

Kepada korban, tersangka sempat mengatakan kepada orang lain biasanya mematok harga Rp 100 juta. Namun dengan korban cukup hanya Rp 65 juta, karena sudah kenal baik. Korban dijanjikan menjadi CPNS untuk formasi perawat. Setelah tujuh bulan berlalu, ternyata janji itu tidak terbukti, sehingga ia mengadukan kejadian itu ke pihaknya.

Dengan adanya pengaduan Jayanti, telah ada dua orang korban penipuan CPNS dengan pelaku Sang Ketut Ard yang mengadu. Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan berkedok CPNS agar mengadukan saja hal itu ke polisi. Sedangkan tersangka Sang Ketut Ard sejak Minggu (6/5) lalu, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Bangli.

Sementara itu, Bupati Bangli Made Gianyar mengatakan, pihaknya telah memerintahkan tim untuk melakukan evaluasi atas terjadinya kasus penipuan berkedok CPNS itu. Terlebih, tersangkanya kini telah ditahan.Tersangka merupakan salah satu pejabat di Dinas PU Bangli. Agar pemerintahan tidak terganggu, mengingat tersangka tengah menjalani proses hukum, jabatan yang kosong sementara waktu akan segera diisi.(kmb17)

Sumber : Bali Post

Incoming search terms:

  • info honorer k1

Original source : Lagi, Korban Calo CPNS Lapor Polisi