1.060 CPNS Diangkat Jadi PNS Pemprov DKI

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 1.060 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta resmi diangkat menjadi PNS. Ribuan lainnya dalam proses termasuk tenaga honorer yang akan diangkat jadi CPNS.
Gubernur DKI Jakarta H.Fauzi Bowo meminta agar PNS baru tersebut memberikan pelayanan terbaik kepada warga Jakarta. “Tugas berat ada di pundak kalian. Karena itu bekerjalah dengan baik,” kata Fauzi Bowo ketika memberikan pengarahan dan pemberian SK Pengangkatan CPNS menjadi PNS sekaligus pengucapan sumpah/janji PNS di Gelanggang Olahraga Kec.Cempaka Putih, Jl.Cempaka Putih Tengah, Rabu (18/7).
CPNS yang diangkat menjadi PNS tersebut sebelumnya sudah mengabdikan diri di berbagai unit kerja pemprov. “Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, alhamdulillah saudara-saudara, selama berstatus CPNS memperoleh penilaian positif dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga secara resmi diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya.
HARUS CERDAS
Ia mengharapkan penilaian positif dan janji PNS yang baru saja diucapkan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Bersikap dan berperilaku yang baik, dalam menjalankan tugas sebagai PNS maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Perlu saya sampaikan, dalam mengemban tugas harus mengenali dan memahami visi dan misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta implementasinya (penerapannya). Dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat dihadapkan pada tuntutan kebutuhan masyarakat ibukota yang cenderung terus meningkat.”
Warga Jakarta, kata Bang Foke sapaan akrab Fauzi Bowo, membayangkan DKI Jakarta yang tidak macet, tidak banjir, tertib, ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup dan tidak polusi seperti Ibukota negara-negara lain di dunia. “Tantangan untuk mewujudkan Ibukota tersebut ada di pundak Saudara-saudara sekalian yang akan bekerja 31-35 tahun lamanya. Jadi tidak cukup bekerja biasa, tetapi harus bekerja keras dan cerdas,”tandasnya.
Menghadapi Pemilukada putaran ke II, Fauzi meminta agar seluruh PNS tidak golput. “PNS DKI jangan menjadi golput. Renungkan dengan cerdas, karena Anda barrier tahu mau dibawa kemana Jakarta dan program-program nyata yang akan kita lakukan bersama, sehingga saya berharap Saudara tidak salah memilih.”
Sekdaprov DKI Jakarta, H.Fadjar Panjaitan, mengatakan seluruh CPNS yang ada secara bertahap akan diangkat menjadi PNS. Sedangkan sekitar ribuan tenaga honorer lainnya akan diangkat seluruhnya menjadi CPNS. “Tenaga honorer akan diangkat menjadi CPNS secara bertahap.”
Sebanyak 1060 CPNS yang diangkat ini, sudah lama diusulkan untuk menjadi PNS. (john)
Teks : PNS yang baru dilantik tampak bahagia bersama Gubernur DKI Fauzi Bowo (toga)

Sumber : Poskota

Incoming search terms:

  • lowongan deperla

Original source : 1.060 CPNS Diangkat Jadi PNS Pemprov DKI

Calon-calon Gubernur DKI Belum Berani Jamin Nasib Dokter PTT

Jakarta, Meski menjadi pusat pemerintahan, Jakarta dinilai sama sekali belum bisa menjamin kesejahteraan para dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT). Bahkan dalam debat program tentang kesehatan, tidak ada satupun calon gubernur yang dengan tegas bersedia memperjuangkannya.

Debat program yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini dihadiri oleh 4 dari 6 pasangan calon gubernur DKI. Dua pasangan yang sudah diundang namun tidak hadir adalah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowil Ramli dan pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono.

Mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fachmi Idris yang menjadi panelis dalam debat tersebut berkali-kali menantang para calon dengan sebuah pertanyaan. Pertanyaan singkat namun sulit dijawab para calo itu adalah, “berapa gaji dokter PTT yang berani Anda janjikan?”

Nyatanya tidak ada satupun calon yang hadir yang bisa memberikan jawaban tegas. Fachmi menilai semua jawaban sangat normatif atau cenderung cari aman, namun tidak terlihat keberanian untuk menyebut angka pastinya.

“Bayangkan dokter honorer itu tiap 12 jam dibayar cuma Rp 142.500, tepatnya Rp 190.000 tapi potong pajak segala macam. Sebulan cuma dapat Rp 1,9 juta padahal UMR (Upah Minimun Regional) Jakarta Rp 1,5 atau 1,6 juta,” kata Fachmi kepada detikHealth usai debat program di FKUI, Senin (14/5/2012).

Menurut Fachmi, jawaban-jawaban yang disampaikan para calon tidak ada satupun yang memuaskan. Semuanya cenderung normatif atau cari aman, tidak ada yang berani membuat perhitungan secara terbuka dan menunjukkan keseriusan dalam memperjuangkan nasib dokter PTT.

“DKI ini sekarang jadi salah satu dari 9 provinsi penyumbang terbesar angka kematian ibu. HIV (Human Imunnodeficiency Virus) juga memprihatinkan. Kita tentu berharap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kalau kaya gini, apa yang bisa kita harapkan? Cek aja di puskesmas kalau malam ada dokter jaga nggak? Mohon maaf, yang jaga pasti cuma paramedis,” ungkap Fachmi.

Sumber Berita : Detik

Incoming search terms:

  • lowongan puskesmas

Original source : Calon-calon Gubernur DKI Belum Berani Jamin Nasib Dokter PTT