Prioritaskan Honorer K II

JAKARTA, FAJAR — Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) bakal semakin ketat. Salah satunya adalah pembatasan pelamar dari jalur umum. Rencananya, kebijakan itu berlaku mulai 2013.

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tasdik Kinanto menyatakan, pihaknya berupaya mengentas tunggakan pengangkatan tenaga honorer kategori II (K II) atau yang tidak digaji dari APBN atau APBD. Jumlahnya mencapai 600 ribu orang.
Nah, jika tidak segera diangkat, mereka akan terus menagih. ’’Jadi, mereka kami prioritaskan dulu,’’ kata Tasdik. Kebijakan tersebut membuat pemerintah harus melakukan seleksi CPNS jauh lebih ketat. Termasuk, menghilangkan pelamar dari jalur umum.
Sistem pengangkatan tenaga honorer K II memang berbeda dari tenaga honorer kategori I yang digaji dari APBN atau APBD. Tenaga honorer K I akan diangkat langsung tanpa tes akhir tahun ini. Sementara itu, pengangkatan tenaga honorer K II wajib dilakukan dengan tes tulis pada 8 September mendatang.
Tasdik menegaskan, tidak semua tenaga honorer K II akan diangkat menjadi CPNS. Jumlah yang diangkat disesuaikan dengan kekuatan APBN 2013.
Soal untuk tes seleksi itu digarap konsorsium 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang diketuai Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Standar kesulitan soal masih dirahasiakan. ’’Intinya, jika belajar dengan sungguh-sungguh, insya Allah bisa mengerjakan soal,’’ ucap Tasdik.
Tidak adanya kuota CPNS baru dari pelamar umum tidak berarti masa pause rekrutmen CPNS baru diperpanjang. Pause tersebut akan selesai akhir tahun ini. Artinya, seluruh instansi pusat dan daerah berhak meminta kuota CPNS baru pada 2013. (jpnn/sil)


Original source : Prioritaskan Honorer K II