INILAH.COM, Jakarta – Pegawai Negeri Sipil (PNS) honorer yang oleh pemerintah disiapkan untuk diterima menjadi PNS ternyata tidak semuanya benar-benar siap diterima sebagai PNS di lingkungan di mana mereka bekerja.
Namun demikian penerimaan jumlah pegawai diperkirakan bakal meningkat dengan jumlah cukup tinggi sehingga memicu anggaran biaya pegawai menjadi lebih tinggi. Padahal telah dilakukan moratorium tahun 2012.
“Ketika dilakukan verifikasi dan penelitian itu banyak dari pegawai honorer itu tidak dalam posisi untuk diangkat sebagai pegawai tetap, jadi kita ingin sampaikan betul biaya belanja pegawai itu tinggi, dan itu antara lain disebabkan oleh program pensiunnya tinggi dan penerimaan pegawai yg terus meningkat,” kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (23/8/2012).
Selain itu, kebijakan moratorium yang dilakukan pemerintah untuk menekan biaya pegawai pun dianggap belum bisa menekan kebutuhan pegawai atas dasa analisa beban kerja
“Tahun 2012 kita sudah lakukan moratorium, tapi masih juga ada unsur pegawai honorer yang akan diterima cukup banyak dan ini sedang diteliti. Ini semua termasuk yang sedang kita tata,” ujarnya.
Sementara pengamat ekonomi Aviliani mengatakan banyak biaya-biaya dari anggaran kementerian seperti belanja pegawai mengalami pemborosan dan mengabaikan sektor riil seperti infrastruktur sehingga tak terberdayakan.
“Di antara (anggaran) yang sering kita amati adalah perjalanan dinas yang tidak dipotong, kemudian pelatihan-pelatihan di kementerian itu bisa dikurangi, liat saja di bulan Oktober-November itu banyak sekali pelatihan yang berlebihan menggunakan biaya negara,” ujarnya. [mel]
Sumber : Inilah.com
Incoming search terms:
- lowongan kerja di kpk bulan mei 2013 sarat sarat melamar pegawai kpk mei 2013
- honorer k2 kota pematangsiantar
- penerimaan mahasiswa PPG di unessa thn 2013-2014